PAMSIMAS Beri Manfaat Untuk Warga Desa Wayau

by tabalong hari ini
0 comment

Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat atau Pamsimas di Desa Wayau berhasil membawa dampak positif bagi masyarakat. Tingginya minat masyarakat untuk mendapat layanan ini membuat Pemdes Wayau turut mendukung program Pamsimas.

Inilah lokasi program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat atau Pamsimas yang dibangun kementerian PUPR Tahun 2021 lalu di Desa Wayau Kecamatan Tanjung.

Pamsimas yang dikelola badan keswadayaan masyarakat sejati Desa Wayau ini mampu menampung 5400 meter kubik air bersih yang disalurkan untuk 187 rumah yang ada di RT 8 dan 9 Desa Wayau.

Untuk menjaga kualitas air yang diterima warga, sebelum disalurkan, air yang bersumber dari Sungai Tabalong terlebih dulu disaring dan diendapkan.

Untuk mengakses air bersih melalui Pamsimas Tersebut, setiap rumah dibebankan biaya 25 ribu per bulan, yang mana biaya tersebut digunakan untuk operasional dan peningkatan layanan Pamsimas itu sendiri.

Hadirnya Pamsimas di Desa Wayau inipun dinilai sangat membantu warga. Abdul Halim salah satunya, menurut Halim untuk mendapatkan air kini warga tidak perlu lagi turun langsung ke sungai.

Koordinator Pamsimas Wayau, Wahyudin mengatakan, melihat tingginya minat masyarakat membuat pihaknya akan berupaya memperluas cakupan layanan, sehingga ke depan pihaknya berharap perluasan layanan akan mencapai RT 6-7 dan 10.

“Kemarin kami dapat bantuan dana ham yang mengadakan kilometer, itu kurang kira-kira 50 lebih lagi kilometer yang disiapkan. Sementara kami belum ada ke arah Sana. Jadi kami kada bisa dulu menentukan berapa beban ataupun berapa jumlah pemakaian, berapa harga yang kami jual kaitu nah. Jadi sementara ini kami melakukan pemerataan pembayaran, cuma 25 ribu untuk satu bulan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mendukung pengembangan dan perluasan layanan Pamsimas, pemerintah Desa Wayau pun turut ambil bagian. Melalui dana desa, Pemdes Wayau mengalokasikan dana sekitar 58 juta rupiah untuk menambah kolam pengendapan seluas 58 meter kubik. Kolam yang dibangun inipun telah dilengkapi saringan berbahan dasar alami.

“Filternya sementara kita buatkan secara minimal dari yang alami, misalnya ada haduk, ada arang, ada batu, dan ada spon busa. Jadi kita sementara tidak boleh menggunakan zat kimia, seperti kaporit.” Kata Misran, Kasi Kesra Pemdes Wayau.

Misran berharap, pihak terkait lainnya turut membantu memaksimalkan layanan air bersih melalui Pamsimas, bahkan apabila memungkinkan air yang dihasilkan ke depannya dapat langsung dikonsumsi masyarakat.

Sekedar diketahui, program Pamsimas merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat pedesaan khususnya masyarakat di pinggiran kota yang belum terlayani PDAM.

(Alfi Syahrin, TV Tabalong)

Related Articles

Leave a Comment