Home Editor's Picks Mencari Ketenangan di Riam Batu Tinggi

Mencari Ketenangan di Riam Batu Tinggi

by tabalong hari ini
0 comment

Bagi pemirsa yang ingin healing, menjauh dari hiruk pikuk suasana perkotaan, camping di Riam Batu Tinggi dapat menjadi destinasi pilihan. Wisata yang berada di Desa Santuun, Kecamatan Muara Uya ini menawarkan camping di sepanjang aliran sungai dan keindahan alam perbukitan selama di perjalanan.

Riam Batu Tinggi merupakan satu dari sembilan ekowisata yang berada di kawasan hutan produksi dan hutan lindung Desa Santuun, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.

Untuk menuju lokasi objek wisata ini, kami terlebih dahulu menempuh perjalanan darat kurang lebih satu jam dari Kota Tanjung ke Desa Santuun. Disarankan menggunakan kendaraan bermotor roda dua karena akses jalan menuju titik wisata melewati area perbukitan.

Begitu tiba di Desa Santuun, kami melapor ke basecamp ekowisata Santuun sebelum masuk ke area hutan. Laporan dimaksudkan agar pengelola dan warga setempat mengetahui apabila ada warga dari luar yang berwisata ke desa mereka sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Terutama untuk kesini bisa langsung melapor di depan, ada basecamp camping ground-nya di depan, sebelum menuju menyeberang jembatan, masuk ke area jalan lokasi camping ground-nya. (Dimana itu namanya?) Desa Tampirak, di depan, di samping jalan besar. (Berarti itu tujuannya jika wisatawan datang kesini ada yang memandu?) Ada yang memandu sudah, jadi supaya tidak tersesat kesini.” ujar Ahmad Hikmal Raihan, warga Santu’un.

Baca Juga  Soal Pelanggaran Angkutan Di Jalan Umum Jadi Perhatian DPRD Tabalong

Usai melapor, kami melanjutkan perjalanan sepanjang 3 kilometer dengan melewati jalan naik turun perbukitan yang cukup ekstrem dan memacu adrenalin serta menyeberangi tiga buah jembatan gantung. Fisik dan mental harus dalam keadaan siap, termasuk motor yang ditunggangi melewati perbukitan.

Eitsss, tapi pemirsa tenang saja karena jalan hingga ke lokasi Riam sudah dicor beton. Yang penting berhati-hati apabila jalannya licin.

Di tengah perjalanan, kami disuguhkan objek wisata pertama, yaitu camping ground Tampirak. Area camping berhadapan langsung dengan puncak Gunung Batu Kumpai. Melalui puncak gunung tersebut, kita dapat menikmati keindahan matahari terbit.

Perjalanan kembali dilanjutkan. Setelah kurang lebih 10 menit, kami akhirnya tiba di Riam Batu Tinggi. Perjalanan yang cukup melelahkan terbayar tuntas oleh pemandangan aliran sungai serta bebatuan yang sangat indah dan masih asri.

Suasana alam yang sangat segar ini cocok bagi kawula muda camping sambil berwisata air. Tak perlu menunggu lama, kami pun langsung mendirikan tenda yang telah dibawa.

Ketika malam tiba, seduhan kopi jadi penghangat untuk memulai obrolan bersama teman-teman.

Keheningan malam ditambah suara-suara alami hutan dan gemerincik air di sela-sela bebatuan semakin melengkapi quality time kami.

Salah satu pengunjung yang telah dua kali camping di lokasi ini, Ahmad Hanafi, menilai objek wisata Riam Batu Tinggi semakin bersih, lebih tertata, serta pepohonan lebih rindang dan hijau.

“Ya Alhamdulillah seru di sini, memang sangat peace, tenang, quiet, benar-benar senyap. Pokoknya wisata kita ini memang anti mainstream. Jadi untuk kawan-kawan, nanti para camper yang mau camping di sini memang cocok banget mencari suasana yang tenang, healing, yang bisa menyatu dengan alam,” ujar Ahmad Hanafi, wisatawan Riam Batu Tinggi.

Ahmad Hanafi berharap pengelolaan Riam Batu Tinggi yang semakin hari semakin membaik ini turut dijaga bersama-sama oleh seluruh pengunjung.

Pengunjung juga diimbau agar membawa kantong plastik sendiri untuk mengangkut kembali sampah-sampahnya.

(Alfi Syahrin, TV Tabalong)

Related Articles

Leave a Comment