Home Tabalong Hari Ini Pertalite Langka Sebabkan Antrean Panjang di SPBU

Pertalite Langka Sebabkan Antrean Panjang di SPBU

by Muhammad Rais
0 comment

Ketersediaan bahan bakar minyak jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Tabalong mengalami kelangkaan sejak beberapa hari terakhir. Hal ini pun membuat antrian panjang kendaraan bermotor yang akan mengisi BBM jenis Pertalite.

Beginilah kondisi SPBU Mabuun yang terpantau pada Selasa, 31 Oktober 2023. Sejak pagi, SPBU ini sudah mulai dipadati oleh para pengendara yang ingin membeli BBM jenis Pertalite. Bahkan pengendara kendaraan bermotor rela mengantri hingga keluar dari SPBU. Pemandangan ini sendiri sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Hal ini pun dikeluhkan oleh salah satu pengendara, yaitu Juhri. Ia mengaku bahwa pada hari biasa hanya perlu mengantri kurang lebih setengah jam, namun sejak beberapa hari terakhir, ia harus mengantri hingga 3 jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.

“Jadi kemauan masyarakat ini bagaimana caranya pemerintah ini minyak yang bersubsidi diutamakan harus lancar begitu kalau diutamakan masyarakat begitu,” kata Juhri, warga Jangkung.

Pengawas SPBU Mabuun, Erwin Saryanadi, menjelaskan bahwa berkurangnya kuota BBM jenis Pertalite dari Pertamina menjadi sebab kelangkaan BBM bersubsidi ini. Bahkan sejak 2 bulan terakhir, kuota Pertalite terus berkurang.

“Kalau perbedaannya kalau bulan September berkurang jadi 240 KL, nah untuk Oktober itu berkurang lagi 40 KL, jadi 200 KL saja per bulan,” ujar Erwin Saryanadi, pengawas SPBU Mabuun.

Baca Juga  Pertama Digelar, Perayaan Paskah Pelajar Setabalong Diikuti Ratusan Siswa

Hal yang sama juga diakui oleh pengawas SPBU Gunung Batu, Dwi Arianto. Ia mengaku sejak beberapa bulan terakhir pengiriman Pertalite dibatasi sesuai kuota yang diberikan oleh Pertamina. Selain itu, ia juga menilai naiknya harga BBM jenis Pertamax pada bulan Oktober lalu membuat banyak pengguna Pertamax beralih ke Pertalite, sehingga hal ini juga berimbas pada panjangnya antrian di sejumlah SPBU.

“Sekarang kan harga Pertalite kan karena BBM bersubsidi ya, jadi itu ada di sepuluh ribu rupiah, kalau untuk Pertamax kan untuk bulan lalu masih di dua belas ribu delapan ratus, dan untuk bulan ini bulan Oktober ada kenaikan harga untuk Pertamax itu empat belas ribu tiga ratus, jadi memang ada kenaikan yang signifikan sehingga mungkin ada animo masyarakat yang berubah ya, untuk kemaren itu dari Pertamax ke Pertalite sehingga itu menjadi salah satu alasan banyaknya pengguna Pertalite yang mengisi ke SPBU,” ungkap Dwi Arianto, pengawas SPBU Gunung Batu.

Masyarakat berharap ketersediaan Pertalite di Kabupaten Tabalong dapat kembali normal seperti biasanya, sehingga masyarakat tidak harus mengantre panjang di SPBU.

(Maria Ulfah, TV Tabalong)

Related Articles

Leave a Comment