Home Tabalong Hari IniPeternakan Miliki Pabrik Pakan Mandiri, Kelompok Tani Mau Maju Hariang Diapresiasi

Miliki Pabrik Pakan Mandiri, Kelompok Tani Mau Maju Hariang Diapresiasi

by Muhammad Rais
0 comment

Selain di Jaro, tim verifikasi Disbunnak Kalsel juga melakukan verifikasi lapangan ke Kelompok Ternak Mau Maju, Desa Hariang. Kelompok ternak tersebut mewakili Kabupaten Tabalong untuk lomba Kelompok Tani Ternak Itik tingkat provinsi Kalsel tahun 2023.

Tim verifikasi Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, bersama jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan Tabalong, mengunjungi Kelompok Ternak Mau Maju yang berlokasi di Desa Hariang RT 1, Kecamatan Banua Lawas, pada Selasa, 1 Agustus 2023.

Kunjungan dilakukan dalam rangka verifikasi lapangan untuk penilaian lomba Kelompok Tani Ternak Itik tingkat provinsi Kalsel tahun 2023.

Pada tahap ini, tim verifikasi menyoroti pabrik pembuat pakan skala kecil yang dikelola Kelompok Ternak Mau Maju.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Kelembagaan Petani Disbunnak Kalsel, drh. Lidya Astuti, menilai sejauh ini pengelolaan pabrik pembuat pakan cukup bagus, karena mampu memenuhi kebutuhan pakan anggota kelompok.

Drh. Lidya berharap ke depan pabrik pembuat pakan ini mampu memasarkan produknya, bukan hanya untuk kebutuhan kelompok.

“Nantikan bisa pada saat mereka ingin mengembangkan sayap, pakannya sudah baik, kemudian langsung dimasukkan ke dalam karung yang sudah berlogo Mau Maju. Kalo sudah formulasinya bagus, itu formulasinya bisa di hak patenkan. Jadi hanya Mau Maju yang bisa mengeluarkan formulasi pakan tersebut.” ujar drh. Lidya Astuti, Kasi Penyuluhan & Kelembagaan Petani Disbunnak Kalsel.

Baca Juga  5 Desa dan 3 Kelurahan Masuk Nominasi Desa dan Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten

Ketua Kelompok Ternak Mau Maju, Rafi’i, mengatakan peralatan pembuat pakan merupakan bantuan Disbunnak Tabalong pada awal tahun 2023. Ia menilai hadirnya alat ini mampu menekan biaya pakan yang dikeluarkan peternak itik.

“Kami buat seperti itu banyak murahnya. Sekitar 750 per kilogramnya, kalo umpan sudah jadi 950,” ujar Rafi’i, Ketua Kelompok Ternak Mau Maju.

Adapun usaha yang dijalankan kelompok ini adalah pembesaran itik dan penjualan telur. Satu ekor itik produktif dijual seharga 115 ribu rupiah, sedangkan yang sudah tidak bertelur atau APKIR dihargai 60 ribu rupiah. Sementara itu, telur itik senilai 2500 per butir.

Saat ini, Kelompok Ternak Mau Maju belum memilik kandang komunal itik, sehingga anggota kelompok membudidayakan itiknya di kandang masing-masing.

(Alfi Syahrin, TV Tabalong)

Redaktur: Rais

Uploader: Rulyandi

Related Articles

Leave a Comment