Home Tabalong Hari Ini Akibat Kekeringan, Ribuan Tanaman Cabai Tiung Rusak

Akibat Kekeringan, Ribuan Tanaman Cabai Tiung Rusak

by Muhammad Rais
0 comment

Sejumlah tanaman cabai di Tabalong rusak karena kekurangan air sejak sebulan terakhir. Kurangnya air membuat tanaman cabai menjadi kering dan mati. Petani pun dipastikan gagal panen dan rugi.

Terpantau Kamis, 3 Agustus 2023, sejumlah tanaman cabai tiung milik Marji, seorang petani asal RT 21 Kelurahan Belimbing Kecamatan Murung Pudak, rusak.

Dari 3.500 batang cabai tiung yang ditanam di lahan seluas setengah hektar ini, hampir separuhnya kering dan mati. Bahkan tanaman cabai yang masih hidup pun tidak dapat berbuah maksimal karena kekurangan air.

Meski setiap harinya Marji melakukan penyiraman dengan memanfaatkan air dari sumur bor yang ada disekitar lahan, namun hal ini masih belum maksimal. Kondisi ini turut diperparah dengan tidak adanya hujan dalam 3 pekan terakhir.

Akibatnya, tanaman cabai tiung yang umumnya mampu bertahan hingga satu tahun, kini hanya mampu bertahan kurang lebih 6 bulan.

“Harusnya kemarin itu ini kan tanaman tiga ribu lima ratus buah, harusnya itu mencapai empat ton sampai habis Lombok lah ibaratnya usia Lombok ini, kemarin cuman sampai sekitar 2 ton kurang lebih,” ujar Marji, petani cabai Kelurahan Belimbing, Kec. Murung Pudak.

Marji berharap agar hujan segera turun sehingga tidak memperparah kondisi tanaman cabai. Selain itu, ia juga dapat melakukan penanaman kembali untuk mengganti pohon cabai yang rusak akibat kekeringan.

Baca Juga  Senin 31 Juli 2023, Harga Cabai Rawit Tiung Kembali "Pedas"

Diketahui, akibat musim kemarau, harga cabai tiung terus naik di sejumlah pasar. Di pasar Tanjung, harga cabai tiung mencapai 48.500 rupiah per kilogram, sedangkan di pasar Kapar, Kecamatan Murung Pudak, harga cabai tiung tembus 57.500 rupiah per kilogram. Tidak hanya cabai tiung, berbagai jenis cabai lainnya turut naik di pasaran.

(Maria Ulfah, TV Tabalong)

Redaktur: Rais
Uploader: Rulyandi

Related Articles

Leave a Comment