Home Tabalong Hari IniKesehatan Layanan Puskesmas Panaan Pasca Ambruknya Jembatan Kumap

Layanan Puskesmas Panaan Pasca Ambruknya Jembatan Kumap

by Muhammad Rais
0 comment

Terputusnya akses utama penghubung antar desa menuju beberapa desa pada bagian atas wilayah Kecamatan Bintang Ara ataupun dari arah sebaliknya dikarenakan runtuhnya Jembatan Kumap turut berdampak terhadap layanan rujukan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Panaan.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Pelayanan Rujukan Puskesmas Panaan Kecamatan Bintang Ara, Dokter Iqbal Fida Maulana, mengatakan bahwa untuk mendapatkan layanan kesehatan sebagian masyarakat Desa Panaan tidak merasakan dampak dari putusnya Jembatan Kumap. Sebagian besar masyarakat setempat tidak melewati jembatan tersebut untuk menuju Puskesmas Panaan.

Namun, dampak dirasakan oleh warga Kampung Meho atau Desa Panaan RT 4, lantaran jembatan tersebut menjadi salah satu akses warga untuk layanan rujukan kesehatan.

Sedangkan untuk layanan rujukan Puskesmas Panaan, meskipun Jembatan Kumap terputus, pasien dapat dirujuk dengan melewati akses jalan di Desa Bentot Barito Timur.

“Nah, masalah rujukan ini sebenarnya dipaksa-paksa pakai hardtop kawa saja, pang lewat jalur Bentot atau lewat Meho yang jembatan sebelumnya itu. Cuma kalau dikatakan terganggu dari lawas, sebenarnya terganggu kan, meskipun di Kumap itu masih ada jembatan, kan rata-rata yang dari atas dambung itu rujukan lewat ketinting. Nah, ketinting ini kawa nya sampai RT satu. Nah, RT satu itu jalur ke RT 4, kan lumayan. Kalau jadi kami rujukan itu pasti lewat dari Bentot. Kisahnya nih di Tarik hardtop mun rujukan lewat Kumap nih bubuhan Meho ai yang sawat ada rujukan dan itu kasusnya jarang karena kawa lewat jalan sebelumnya di Meho itu.” tutur Iqbal Fida Maulana, Koordinator Pelayanan Rujukan Puskesmas Panaan, Ara.

Baca Juga  Jembatan Kumap Ambruk, Legislator Bintang Ara Dorong Jalan Alternatif Dibenahi

Sekedar diketahui, Jembatan Kumap sepanjang 42 meter dengan lebar 4 meter ini merupakan jembatan Bailey yang dibangun oleh TNI AD pada tahun 1992. Jembatan tersebut ambruk pada Rabu malam, 2 Agustus 2023, ketika dilintasi truk bermuatan kayu dan diisi satu orang sopir dan enam orang penumpang.

Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

(Nova Arianti/ TV Tabalong)

Redaktur: Rais
Uploader: Rulyandi

Related Articles

Leave a Comment