Kabut asap pekat berwarna kekuningan akibat kebakaran hutan dan lahan, masih menyelimuti Kabupaten Tabalong pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Tebalnya asap membuat suasana sejak pagi hari tampak gelap, dengan jarak pandang yang menurun drastis.
Kondisi kabut asap pekat masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Tabalong. Cahaya matahari nyaris tak mampu menembus tebalnya asap, sehingga lingkungan tampak redup meski hari telah pagi.
Pantauan di lapangan menunjukkan, jarak pandang hanya berkisar 30 hingga 50 meter. Kondisi ini membuat para pengendara harus lebih waspada saat melintas, karena risiko kecelakaan lalu lintas meningkat akibat terbatasnya jarak pandang.
Pekatnya kabut asap diduga dipengaruhi meningkatnya jumlah titik api, baik di wilayah Tabalong maupun daerah sekitarnya.
Tak hanya mengganggu aktivitas, kondisi ini juga memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU sempat menembus angka 3340 untuk partikel kasar PM 10 dipagi hari.
Meski kondisi udara tidak sehat, tebalnya kabut asap tak menyurutkan langkah sejumlah warga untuk tetap bekerja.
Salah satunya Rudi, petugas parkir yang setiap hari mencari nafkah di kawasan Pasar Tanjung. Ia mengaku, kabut asap kali ini terasa lebih pekat dari biasanya. Namun, tuntutan memenuhi kebutuhan keluarga membuatnya tetap harus bekerja di tengah kondisi tersebut.
“Fatal pada biasanya ini kabut nya liwar, tapi kalau ngaran nya gawian kan terpaksa turun mau kada mau ngaran ada yang dimakani, jaka hidup sorangan wajar ai kita kada beusaha, tapi ngaran nya beanakan ni kayapa lagi,” ujar Rudi, warga Tabalong.
Perjuangan serupa juga dilalui Turiansyah, rekan sesama petugas parkir. Ia mengaku pernah mengalami penurunan kondisi kesehatan karena sering terpapar kabut asap. Meski demikian, ia tetap menjalani pekerjaannya demi mendapatkan penghasilan untuk membiayai kebutuhan keluarga.
“Ya mau gimana lagi kan nama nya usaha, banyak yang dibutuhkan supaya ada pemasukan karena ada yang dibiayai gitu,” kata Turiansyah, warga Tabalong.
Di tengah kondisi kabut asap yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, warga berharap pemerintah dapat bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan. Mereka berharap kabut asap segera berlalu, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan lebih aman dan nyaman.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
