Bupati Tabalong Haji Muhammad Noor Rifani, memaparkan strategi menjaga pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal, dalam podcast “Jelasin Dong” TV Tempo pada Kamis 22 Oktober di Jakarta. Kehadirannya mewakili Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia atau Apkasi.
Dalam podcast bertema “Menjaga Kesehatan Fiskal Indonesia, Strategi Penerimaan Negara di Tengah Dinamika Global”, Bupati Tabalong yang juga menjabat Sekretaris Bidang Kebijakan Keuangan, Pajak dan Retribusi Apkasi, menyoroti tantangan keuangan daerah akibat keterbatasan anggaran.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran, tanpa mengabaikan program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu menurutnya efisiensi anggaran perlu diikuti inovasi dan kolaborasi, baik antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat.
“Tentunya kita sebagai bupati terkait dengan apa yang sedang dilakukan di kabupaten kita, tadi kita menyampaikan tadi terkait dengan keterbatasan fiskal ini tentu membawa dampak juga bagi kita dalam hal penyesuaian penyesuaian, kemudian program prioritas tetap menjadi hal yang harus dipastikan terlaksana, kemudian kita harus melakukan inovasi dan kolaborasi, tadi sudah kami jelaskan, saya kira mudah mudahan ini bisa bermanfaat bagi yang lain,” ujar M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Bupati juga berharap perbaikan kondisi perekonomian nasional dapat mendukung pemulihan Transfer ke Daerah atau TKD, sehingga rencana pembangunan yang telah disusun dapat berjalan optimal.
Podcast ini turut menghadirkan Fithra Faisal Hastiadi, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, serta Tata Mustasya, Direktur Eksekutif Sustain.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Fani juga memaparkan sejumlah program unggulan Tabalong, di antaranya Satu Desa Satu Wifi untuk memperluas akses digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Kredit Tabalong Smart dihadirkan untuk memperluas akses pembiayaan, serta penyiapan lima belas ribu tenaga terampil untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja seiring perkembangan investasi di Tabalong.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
