Puluhan petani karet di Desa Wayau mendapatkan pelatihan literasi keuangan yang menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga secara baik dan terarah. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha pertanian karet.
Giti Tire Group, Yapeka Bogor, dan PT Bentang Alam Sumatera bekerja sama dengan Pemerintah Desa Wayau memberikan pelatihan kepada puluhan petani karet mengenai pengelolaan keuangan skala keluarga. Pelatihan digelar pada Rabu, 15 April 2026 di Kantor Desa Wayau, Kecamatan Tanjung.
Salah satu narasumber dari Finance Yapeka Bogor, Muhtadin menyampaikan materi mengenai dasar-dasar pengelolaan keuangan keluarga. Ia menjelaskan agar hasil usaha yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, namun juga dapat dialokasikan untuk perawatan kebun karet secara berkelanjutan.
“Hari ini kita menyampaikan dasar-dasar pengelolaan keuangan berbasis keluarga, bagaimana cara ibu atau bapak mengelola dan merencanakan keuangan dengan baik. Dengan pengetahuan ini, para petani karet di Desa Wayau diharapkan bisa mengelola keuangan untuk merawat kebun karet agar lebih berkelanjutan, dengan hasil dan kualitas yang lebih baik,” ujar Muhtadin, narasumber Finance Yapeka Bogor.
Kepala Desa Wayau, Masrani menyebut kegiatan ini merupakan salah satu program CSR dari Yapeka maupun PT BAS. Selain mendapatkan pendampingan mulai dari penanaman, perawatan hingga panen, para petani juga dibekali kemampuan dalam mengelola keuangan mereka.
“Kita berharap ini bisa diserap oleh warga, khususnya para petani karet, untuk menggunakan ilmu yang sudah diberikan. Karena program ini cukup panjang, dengan masa pendampingan selama dua tahun hingga berakhir pada Desember 2026. Mudah-mudahan warga Wayau bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar dan menerapkan ilmu tentang pertanian karet,” ujar Masrani, Kepala Desa Wayau.
Agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten, para peserta diminta untuk menyusun laporan keuangan harian hingga Juli 2026. Hal ini bertujuan agar pemahaman yang didapat terus berlanjut dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, guna menciptakan keuangan keluarga yang sehat.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
