Tidak hanya soal budidaya, DKP3 Tabalong kini fokus mendorong petani untuk memahami penanganan pasca panen hortikultura yang baik dan benar. Melalui bimbingan teknis yang digelar di Desa Marindi, Kecamatan Haruai, para petani dan kelompok wanita tani dibekali ilmu mulai dari sortasi, pengemasan, hingga pengolahan produk bernilai tambah.
Dalam bimtek yang diikuti sekitar 30 peserta ini, terdapat tiga materi utama yang diberikan, yakni penanganan pasca panen yang mencakup sortasi, grading, dan pengemasan, kemudian diversifikasi produk hortikultura, serta praktik pengolahan selai tomat. Fokus bahan yang digunakan adalah cabai dan tomat, disesuaikan dengan kondisi dan hasil panen kelompok tani di wilayah setempat.
Antusias peserta terlihat saat sesi praktik pembuatan selai tomat berlangsung, di mana para ibu dari kelompok wanita tani langsung mempraktikkan cara mengolah hasil panen menjadi produk yang lebih bernilai jual. Salah satunya adalah Ibu RT 05 Desa Marindi yang juga merupakan anggota kelompok wanita tani, Lia, yang mengaku senang dengan adanya kegiatan ini.
“Dari praktik pembuatan selai tomat tadi alhamdulillah mudah saja. Dengan adanya acara bimtek ini, mudah-mudahan ke depannya kami lebih baik lagi, khususnya dalam masalah ekonomi,” ujar Lia, Ibu RT 05 Desa Marindi sekaligus anggota kelompok wanita tani.
Harapan serupa juga disampaikan oleh pihak penyuluh pertanian di wilayah Haruai sekaligus narasumber bimtek. Koordinator BPP Haruai, Siti Izzatil Saira, menekankan bahwa kegiatan bimtek ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata untuk mengubah kebiasaan petani agar tidak hanya menjual hasil panen secara mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Harapan kami setelah ada bimtek ini para petani tidak hanya menjual hasil pertanian secara langsung, tetapi juga bisa menjual produk olahan atau produk dengan nilai tambah, contohnya selai tadi. Untuk praktiknya, tomat dicuci terlebih dahulu, dibelah dan dibuang bijinya hingga tersisa daging buahnya, kemudian dilakukan blanching, diblender, lalu dimasak bersama gula hingga mengental menjadi selai,” tutur Siti Izzatil Saira, Koordinator BPP Haruai.
Dengan rangkaian bimtek yang akan terus bergulir di 12 kecamatan se-Kabupaten Tabalong, diharapkan semakin banyak petani yang mampu mengolah dan memasarkan hasil panennya secara mandiri, sehingga pendapatan keluarga tani turut meningkat.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
