Home Pertanian & Perkebunan Terkendala Irigasi & Kenaikan Solar, Hasil Panen Padi Poktan Subur Lumbang Belum Optimal

Terkendala Irigasi & Kenaikan Solar, Hasil Panen Padi Poktan Subur Lumbang Belum Optimal

by iin hendriyani

Hasil panen padi Kelompok Tani Sabar di Desa Lumbang, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong menunjukkan capaian yang cukup baik, meski masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini dipengaruhi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan pengairan di area lahan.

Kelompok Tani Sabar berhasil memanen padi varietas Mekongga dengan produktivitas rata-rata mencapai 5,6 ton per hektare. Namun capaian tersebut masih berada di bawah target nasional yang berkisar 7 ton per hektare.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Muara Uya, Unang Setiawan, menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi hasil produksi petani. Salah satunya adalah keterbatasan pengairan, di mana lahan pertanian hanya mengandalkan aliran sungai kecil untuk mengairi hamparan sekitar 250 hektare di dua desa, yakni Desa Lumbang dan Desa Kampung Baru.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar solar serta keterbatasan akses turut menjadi hambatan dalam proses pengolahan lahan. Para petani pun berharap adanya dukungan pemerintah, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pertanian serta bantuan sarana produksi.

“Untuk kendala, kami memerlukan tambahan saluran pengairan, kemudian bantuan sarana produksi serta prasarana pertanian. Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Tabalong dapat mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan dengan memfasilitasi budidaya tanam bagi petani di Desa Lumbang,” ujar Unang Setiawan, Koordinator BPP Muara Uya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPPP Tabalong, Rahmani, mengakui persoalan pengairan dan meningkatnya biaya operasional menjadi faktor utama belum tercapainya target nasional. Pihaknya saat ini tengah mengupayakan solusi melalui program irigasi perpompaan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat.

Selain itu, koordinasi dengan pihak SPBU juga akan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar subsidi bagi petani.

“Untuk pengairan, kami sedang mengupayakan melalui program irigasi perpompaan dari APBN tahun ini, termasuk untuk Desa Lumbang. Harapannya persoalan pengairan bisa teratasi. Terkait bahan bakar, kami juga akan berkoordinasi dengan SPBU agar mekanisme penyaluran bisa memudahkan petani mendapatkan BBM subsidi,” ujar Rahmani, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPPP Tabalong.

Berbagai upaya ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian serta mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Tabalong. Pemerintah daerah pun berkomitmen terus memberikan dukungan agar sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment