Home Pertanian & Perkebunan Kerusakan Irigasi Hambat IP200, DKP3 Tabalong Genjot Perbaikan Saluran Air Sawah

Kerusakan Irigasi Hambat IP200, DKP3 Tabalong Genjot Perbaikan Saluran Air Sawah

by iin hendriyani

Saluran irigasi dan pipanisasi menjadi faktor utama yang dihadapi pertanian Tabalong dalam penerapan IP 200. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Tabalong telah berkolaborasi dengan Dinas PUPR dalam mengatasi saluran irigasi pertanian yang kini banyak mengalami kerusakan, untuk mendorong perluasan tanam dua kali pada lahan pertanian di Tabalong.

Wilayah utara Kabupaten Tabalong menjadi daerah yang paling mendominasi lahan berstatus IP 200, didukung oleh ketersediaan jaringan irigasi yang lebih memadai dibanding wilayah lainnya. Sementara wilayah tengah dan selatan masih terus diupayakan untuk bisa menyusul, dengan berbagai program peningkatan produktivitas lahan.

Namun, dalam prosesnya, Kepala DKP3 Tabalong, Fahrul Raji, mengakui masih banyak saluran irigasi di area persawahan yang kondisinya rusak. Hal ini menyebabkan air tidak bisa mengalir optimal ke lahan pertanian, sehingga menghambat petani untuk melakukan tanam dua kali dalam setahun. Selain irigasi, kendala lain juga mencakup ketersediaan alsintan, benih unggul, dan pupuk bersubsidi.

Untuk mengatasinya, Kepala DKP3 Tabalong, Fahrul Raji, menyebut pihaknya terus mengoordinasikan perbaikan saluran sekunder bersama Dinas PUPR, sambil juga menangani irigasi tersier yang menjadi ranahnya sendiri. Bahkan saat ini kedua dinas tengah berkolaborasi dalam program Jaringan Irigasi Air Tanah atau JIAT, yang diharapkan bisa menjangkau wilayah yang belum mendapat akses air yang cukup.

“Jadi, dari segala upaya yang kita lakukan untuk peningkatan IP 200, kita juga menghadapi kendala di lapangan. Salah satunya masih berkaitan dengan saluran irigasi. Irigasi ini ingin kami sampaikan, selama ini kami juga berkolaborasi dengan kawan-kawan di Dinas PUPR Tabalong, di mana kami selalu mengoordinasikan dan menyampaikan agar saluran sekunder yang menjadi ranah Dinas PU bisa diperbaiki. Lalu khusus irigasi tersier yang menjadi ranah kami, juga dilakukan perbaikan dengan alokasi anggaran. Mudah-mudahan dengan saluran dari PU maupun dari dinas kami yang diperbaiki, air bisa mengalir ke pertanian dan tidak hilang,” ujar Fahrul Raji, Kepala DKP3 Tabalong.

Dengan kolaborasi yang terus dijalin, DKP3 Tabalong berharap persoalan irigasi bisa segera teratasi, sehingga lebih banyak lahan di tiga wilayah Tabalong dapat beralih ke status IP 200 dan produksi padi daerah semakin meningkat.

Muhamad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment