Yayasan Amanah Bangun Negeri kembali memberikan penguatan Pembelajaran Pendidikan Holistik Berbasis Karakter atau PHBK bagi guru PAUD di Kabupaten Tabalong dan Balangan. Pelatihan tahap kedua tersebut difokuskan pada praktik pembelajaran dan penanaman nilai karakter positif kepada anak.
Pelatihan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter bagi guru PAUD Generasi 3.0 tahap dua wilayah Tabalong dan Balangan digelar selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta dari 30 sekolah binaan di Kabupaten Tabalong dan Balangan.
Supervisor Bidang Pendidikan YABN, Rody Ermawan, menjelaskan pelatihan PHBK tahap dua ini berbeda dengan tahap pertama. Jika sebelumnya peserta lebih banyak mendapatkan materi, maka pada tahap kedua ini fokus kegiatan lebih banyak pada praktik lapangan.
Dalam kegiatan ini para guru diajak melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah, tidak hanya di Tabalong, namun juga ke Balangan dan beberapa kabupaten lain yang menjadi binaan Yayasan Amanah Bangun Negeri. Tujuannya agar metode pembelajaran yang diperoleh pada pelatihan tahap pertama dapat diterapkan secara langsung di lingkungan sekolah.
Untuk mendukung pelatihan, YABN kembali menghadirkan narasumber dari Indonesia Heritage Foundation. Selama tiga hari kegiatan, peserta juga didampingi oleh pendamping lapangan yang berada di Kabupaten Tabalong.
“Untuk kegiatan pelatihan PHBK tahap 2 ini memang berbeda dengan yang PHBK pertama kemarin. Tahap 2 ini kegiatannya lebih banyak kepada praktik, jadi apa yang didapatkan pada saat tahap pertama lalu kita praktikkan hari ini, di mana kegiatannya lebih ke kunjungan lapangan ke sekolah-sekolah, bukan cuma di Tabalong tapi kita ke Balangan dan kabupaten lain yang merupakan binaan dari Yayasan Amanah Bangun Negeri,” ujar Rody Ermawan, Supervisor Bidang Pendidikan YABN.
Melalui pelatihan ini, YABN berharap para guru PAUD tidak hanya mampu memperkuat metode pembelajaran, namun juga dapat menanamkan nilai-nilai karakter positif kepada anak sejak dini. Dengan demikian, pembentukan karakter anak di lingkungan sekolah diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
