Guna mendekatkan layanan perpustakaan sekaligus menumbuhkan budaya gemar membaca di tengah masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong menggelar kegiatan Minggu Ceria. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau Desa Namun, Kecamatan Jaro.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong melaksanakan Gelar Minggu Ceria pada Minggu, 25 Januari 2026, di RTH Desa Namun. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Disperpusip Tabalong dalam mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Tabalong.
Kepala Bidang Layanan Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Disperpusip Tabalong, Subhan, menjelaskan bahwa Gelar Minggu Ceria merupakan pengembangan dari kegiatan literasi yang sebelumnya hanya dilaksanakan di lingkungan kantor Disperpusip Tabalong. Melalui inovasi ini, perpustakaan dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat agar warga kembali mengenal dan mencintai perpustakaan.
Sasaran kegiatan ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak TK, SD, SMP, hingga masyarakat umum. Berbagai aktivitas dihadirkan, seperti membaca cerita dongeng, penyajian koleksi buku perpustakaan, serta edukasi literasi yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.
“Untuk kegiatannya di Minggu Ceria ini kita mengadakan semacam dongeng cerita, kemudian kita menyajikan buku yang ada di perpustakaan, kita bawa ke sini untuk kita kenalkan ke masyarakat. Secara khusus kegiatan ini tentunya ingin meningkatkan literasi, khususnya untuk Kabupaten Tabalong. Harapan kami, inovasi yang kami kembangkan ini bisa diterima oleh masyarakat dan masyarakat semakin cinta dengan perpustakaan,” ujar Subhan, Kabid Layanan Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Disperpusip Tabalong.
Sementara itu, Kepala Desa Namun, Majin Noor, mengapresiasi pelaksanaan Gelar Minggu Ceria. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak dalam membuka wawasan, sekaligus mendorong mereka untuk berteman, bermain, dan membaca.
“Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini membuka wawasan anak-anak untuk bisa berteman, bermain, dan membaca. Kami juga berharap perpustakaan desa kami ke depannya semakin lebih baik lagi, karena baru beberapa tahun ini perpustakaan desa Namun mulai berjalan. Kalau dulu hanya namanya saja ada,” kata Majin Noor, Kepala Desa Namun.
Majin Noor menambahkan, untuk semakin meningkatkan budaya literasi, pemerintah desa berencana menyiapkan gedung perpustakaan baru yang akan terintegrasi dengan ruang terbuka hijau, titik baca, hingga fasilitas WiFi gratis.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
