Dua jemaah haji asal Tabalong yang tergabung dalam Kloter BDJ 3 dipastikan tertunda keberangkatannya menuju Tanah Suci pada tahun ini. Hal ini dipastikan setelah hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan kondisi jemaah tidak memungkinkan untuk berangkat pada tahun 2026.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tabalong, Nabhan Fansuri, saat diwawancarai di sela kegiatan pemantapan pra embarkasi jemaah haji Tabalong Kloter BDJ 19 pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Masjid At Taqwa, Kecamatan Murung Pudak.
Nabhan Fansuri menuturkan, pada saat pemberangkatan Kloter BDJ 3 terdapat tiga jemaah yang sempat tertunda. Satu jemaah dapat diberangkatkan kembali melalui Kloter BDJ 6 dan bergabung dengan jemaah haji dari Kalimantan Tengah.
Sementara dua di antaranya merupakan jemaah dengan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat kelayakan terbang. Sehingga, berdasarkan pemeriksaan dari tim kesehatan, jemaah ini tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan ibadah haji pada tahun ini.
Dengan kondisi ini, pembatalan visa keberangkatan sudah diusulkan dan kedua jemaah haji ini masih diberikan kesempatan untuk kembali melunasi biaya haji pada tahun depan, dengan mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan ketentuan.
“Yang dua itu karena menurut hasil pemeriksaan kesehatan, tidak memungkinkan untuk diberangkatkan tahun ini, jadi kemarin sudah diusulkan pembatalan visanya.” Saat ditanya mengenai kemungkinan keberangkatan tahun depan, ia menjelaskan, “Tahun depan masih diberi kesempatan untuk melunasi haji, dengan mengikuti lagi prosedur seperti pemeriksaan kesehatan untuk menuju pelunasan dan sebagainya,” ujar Nabhan Fansuri, Kepala Kemenhaj Tabalong.
Nabhan menambahkan, terkait pelunasan BIPIH, status kedua jemaah ini ialah lunas tunda. Selanjutnya, jemaah dapat memilih menunggu pemberangkatan pada tahun depan tanpa menambah biaya jika BIPIH tahun depan masih sama, atau membatalkan keberangkatan, tergantung keputusan jemaah.
Nabhan pun mengimbau seluruh jemaah haji untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjelang keberangkatan, lantaran pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
