Pemerintah Kabupaten Tabalong menegaskan komitmen untuk terus mendukung dan bersinergi dengan para penyuluh pertanian di Tabalong dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan temu penyuluh pertanian yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kabupaten Tabalong.
Temu penyuluh ini digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong pada Kamis, 21 Mei 2026, di Hotel Jelita Tanjung. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Tabalong, tenaga ahli Menteri Pertanian bidang percepatan peningkatan produksi pertanian, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala DKP3 Tabalong beserta jajaran, 68 orang penyuluh pertanian se-Tabalong, serta Brigade Pangan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan penyuluh pertanian di tingkat kecamatan dan desa di Tabalong dalam memberikan pendampingan kepada para petani. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus memberikan penyuluhan pasca Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025, di mana kini status para penyuluh pertanian berada di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Meskipun kini menjadi pegawai di bawah naungan Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Tabalong tetap akan terus bersinergi dengan para penyuluh pertanian di Kabupaten Tabalong untuk mewujudkan swasembada pangan di daerah.
“Walau sekarang mereka ber-SK di bawah Kementerian Pertanian, cuma kita selalu bersinergi. Bentuk nyata ini kita wujudkan, sinergi ini agar benar-benar swasembada pangan bisa berjalan dengan lancar,” ujar Habib Muhammad Taufani Alkaf, Wakil Bupati Tabalong.
Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan DKP3 Tabalong selaku pelaksana kegiatan, Rahman Effansyah. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Tabalong tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap penyuluh pertanian di Tabalong.
Seperti pada tahun sebelumnya, Pemkab telah memberikan 46 unit sepeda motor kepada 46 orang penyuluh pertanian. Pada tahun ini, Pemkab kembali akan mengupayakan agar 22 orang penyuluh pertanian lainnya dapat memiliki sepeda motor. Dengan demikian, diharapkan seluruh penyuluh pertanian di Tabalong yang berjumlah 68 orang dapat memiliki fasilitas untuk menunjang kegiatan di lapangan.
“Kami tetap mendukung apa pun itu, termasuk fasilitas untuk para penyuluh seperti sepeda motor. Kemudian BPP yang masih kurang ada empat, rencananya memang akan kami bangunkan. Kemudian kegiatan-kegiatan berupa pelatihan, begitu juga dengan undangan-undangan yang bersifat teknis,” tutur Rahman Effansyah, Kepala Bidang Penyuluhan DKP3 Tabalong.
Dengan dukungan fasilitas dan peningkatan kapasitas bagi para penyuluh pertanian, Pemerintah Kabupaten Tabalong berharap peran penyuluh dalam mendampingi petani semakin optimal sehingga target swasembada pangan di Tabalong dapat terwujud.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
