Home Pertanian & Perkebunan Lahan Sawah IP200 di Tabalong Masih Rendah, DKP3 Genjot Perluasan Demi Ketahanan Pangan

Lahan Sawah IP200 di Tabalong Masih Rendah, DKP3 Genjot Perluasan Demi Ketahanan Pangan

by iin hendriyani

Luasan lahan sawah dengan status Indeks Pertanaman 200 atau IP 200 di Kabupaten Tabalong masih tergolong rendah. Kondisi ini mendorong Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Tabalong untuk terus mendorong perluasan lahan IP 200 demi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kabupaten Tabalong saat ini memiliki luas baku sawah mencapai 9.138 hektare. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 1.596 hektare atau 17,5 persen yang sudah berstatus IP 200, yaitu lahan yang dapat ditanami dua kali dalam setahun.

Sementara itu, lahan dengan status IP 100 masih mencapai 4.441 hektare, dan lahan sawah rawa tercatat seluas 3.100 hektare. Selain lahan sawah, potensi pengembangan padi juga berasal dari lahan tegalan untuk padi gogo yang mencapai 7.836 hektare. Saat ini, lahan padi di Tabalong masih didominasi wilayah bagian utara, seperti Kecamatan Jaro, Muara Uya, dan Upau.

Selain sawah, potensi lahan padi juga datang dari lahan tegalan untuk padi gogo. Jika lahan IP 100 dapat ditingkatkan menjadi IP 200, maka total potensi lahan padi di Tabalong bisa dimaksimalkan hingga mencapai 21.415 hektare.

Kepala DKP3 Tabalong, Fahrul Raji, menjelaskan pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan lahan IP 100 menjadi IP 200 melalui berbagai program. Di antaranya peningkatan sarana dan prasarana pertanian, program pompanisasi, pipanisasi, perbaikan irigasi tersier, hingga penyediaan pupuk bersubsidi.

“Nah yang sekarang ini menjadi PR kita adalah lahan yang masih IP 100. Lahan IP 100 dengan luas 4 ribuan hektare ini kami berusaha supaya menjadi IP 200, dan IP 200 itu nantinya menjadi 8 ribuan hektare. Jadi ini potensi kita untuk ketahanan pangan kita, khususnya beras. Lalu upaya-upaya agar 4 ribuan hektare tadi bisa menjadi IP 200, makanya kami melakukan peningkatan sarana dan prasarana seperti program pompanisasi dan pipanisasi, irigasi khususnya yang tersier, pupuk bersubsidi, dan lain-lain,” ujar Fahrul Raji, Kepala DKP3 Tabalong.

Melalui berbagai program yang terus digencarkan, DKP3 Tabalong berharap semakin banyak lahan pertanian yang beralih menjadi IP 200. Dengan demikian, produksi pangan daerah diharapkan terus meningkat dan ketahanan pangan Tabalong menjadi semakin kuat.

Muhamad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment