Kebakaran lahan terjadi di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, pada Minggu siang, 29 Maret 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar satu koma lima hektare lahan terbakar dan menimbulkan kepulan asap tebal di sekitar lokasi kejadian.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong bersama relawan unit pemadam kebakaran swadaya bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Di lapangan, petugas berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area sekitar dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia serta sumber air di sekitar lokasi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul tiga sore, di mana lokasi kejadian cukup jauh dari permukiman dan aksesnya cukup sulit dijangkau. Proses pemadaman turut menghadapi kendala cuaca panas dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan kebakaran berhasil diantisipasi dan tidak meluas lebih jauh berkat kerja sama antara BPBD dan relawan di lapangan. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui dan sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Pada Minggu kemarin terjadi satu titik kebakaran lahan di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, dengan luas sekitar 1,5 hektare. Alhamdulillah dapat diantisipasi dan dilakukan pemadaman oleh UPBS yang didukung BPBD Kabupaten Tabalong di lokasi. Untuk penyebabnya, apakah karena pembukaan lahan atau faktor lain, kami serahkan kepada pihak penegak hukum untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Haris Fakhrozi, Kalak BPBD Tabalong.
BPBD Tabalong juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, melainkan menggunakan metode mekanis serta mengedepankan gotong royong. Selain itu, warga juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat setempat atau BPBD apabila menemukan tanda-tanda kebakaran guna mencegah meluasnya dampak yang ditimbulkan.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.
