Pemerintah Kabupaten Tabalong memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting melalui program Penguatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer atau ILP. Melibatkan pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan hingga kader posyandu, Pemkab Tabalong menargetkan zero stunting pada tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama sejumlah perusahaan mitra dan Yayasan Amanah Bangun Negeri menggelar pertemuan stakeholder lintas sektor program Penguatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer atau ILP pada 15 Juli 2026 di Gedung Informasi Pembangunan Tanjung.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani, perangkat daerah, Kepala Puskesmas, kader posyandu, serta perwakilan perusahaan mitra. Melalui pertemuan ini, seluruh pihak meneguhkan komitmen untuk bersama-sama menurunkan angka stunting melalui penguatan pelayanan kesehatan primer.
Dalam pertemuan, disepakati sejumlah target program ILP tahun 2026. Di antaranya pelatihan 25 kader dari lima posyandu, intervensi terhadap 86 balita stunting, serta penetapan satu Puskesmas dan satu Puskesmas pembantu sebagai percontohan penerapan pelayanan berbasis klaster ILP.
CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, menjelaskan bahwa program percepatan penurunan stunting yang berjalan sejak 2022 akan terus dilanjutkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Pada tahun 2026, program difokuskan pada penguatan integrasi layanan kesehatan primer di wilayah operasional perusahaan.
“Sejak tahun 2022 hingga sampai 2025 kami dari Adaro, Alamtri Grup dan Yayasan Amanah Bangun Negeri bersama dengan mitra kerja sudah melaksanakan program percepatan penurunan stunting di Tabalong melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dengan fokus pada status pada gizi balita dan ibu hamil melalui intervensi gizi serta penguatan peran kader sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat desa khususnya pada wilayah operasional perusahaan. Dan di tahun 2026 ini kita akan menginisiasi atau melakukan penguatan program integrasi layanan kesehatan primer atau ILP di wilayah operasional khusus untuk Tabalong,” ujar Iwan Ridwan, CSR Department Head PT Adaro Indonesia.
Sementara itu, Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani menegaskan penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dunia usaha hingga keluarga agar pencegahan stunting dapat berjalan secara menyeluruh.
“Kita ketahui bersama bahwa stunting berkaitan dengan kualitas SDM di masa depan, anak-anak yang tumbuh sehat hari ini adalah modal utama bagi kemajuan daerah kita di masa yang akan datang. Jadi jangan sampai ada anak stunting menjadi beban nantinya bagi kita semua nantinya, dia tidak bisa berkembang, dia tidak bisa bersaing, dia termarjinalkan, terpinggirkan dengan kondisi stunting ini yang menjadi beban kita ke depan, oleh karena itu upaya pencegahan stunting tentu tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan saja, ini bukan hanya tugas kepada Dinas Kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak tentu dari pemerintah daerah, Pemdes, nakes, kader posyandu, dunia usaha hingga keluarga,” kata Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Selain melalui program ILP, Pemkab Tabalong juga menerapkan strategi pencegahan dari hulu dengan mengintervensi pernikahan usia dini, serta memberikan beasiswa pendidikan melalui program Tabalong Smart, mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan struktural yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama kasus stunting di Tabalong.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat ini, Pemkab Tabalong optimis target zero stunting pada tahun 2026 dapat terwujud, seiring dengan terus menguatnya implementasi program ILP di seluruh wilayah Kabupaten Tabalong.
Muhammad Khairillh, TV Tabalong melaporkan.
