Home Kesehatan Perkuat Kapasitas Layanan Kesehatan Jiwa, Dinkes Tabalong Gelar Workshop Kesehatan Jiwa & Napza

Perkuat Kapasitas Layanan Kesehatan Jiwa, Dinkes Tabalong Gelar Workshop Kesehatan Jiwa & Napza

by iin hendriyani

Kesehatan jiwa menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat secara menyeluruh. Untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan lintas sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong menggelar workshop kesehatan jiwa dan napza selama 2 hari di Gedung Pusat Informasi Pembangunan Tanjung.

Workshop kesehatan jiwa dan napza dilaksanakan pada 13 hingga 14 Juli 2026, dengan menghadirkan 65 peserta yang terdiri dari pengelola program kesehatan jiwa puskesmas, pengelola promosi kesehatan, pengelola KIA, Dinas Sosial, Satpol PP, PKK, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta lintas sektor terkait.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa, melalui pemahaman kebijakan kesehatan jiwa, deteksi dini Orang Dengan Masalah Kejiwaan atau ODMK dan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ, hingga penyusunan rencana tindak lanjutnya.

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunikasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Catur Yudha Murtopo, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan agar pelayanan kesehatan jiwa dapat diberikan tanpa stigma dan diskriminasi. Selama dua hari peserta mendapatkan materi mengenai transformasi kebijakan, layanan kesehatan jiwa, serta pemahaman mengenai mitos dan fakta kesehatan jiwa.

“Jadi kita salah satunya juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jadi pengetahuan keterampilan pengelola program, dan juga lintas sektor lainnya, dan juga kita berharap pelayanan kesehatan jiwa dilakukan tanpa stigma dan juga diskriminasi,” ujar Catur Yudha Murtopo, Kabid Kesehatan Primer & Komunitas Dinkes Tabalong.

Pada kegiatan ini, materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, psikolog klinis, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, dan Dinas Sosial. Dengan metode pembelajaran berupa ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, serta penyusunan rencana tindak lanjut.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment