Home Kesehatan Bupati Tabalong Luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh, 254 Anak Sangat Pendek Jadi Sasaran Awal

Bupati Tabalong Luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh, 254 Anak Sangat Pendek Jadi Sasaran Awal

by iin hendriyani

Pemerintah Kabupaten Tabalong memulai kick off pelaksanaan intervensi serentak Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting Tahun 2026. Melalui program ini, Pemkab Tabalong menggandeng dunia usaha untuk menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari susu tinggi protein, pemberian makanan tambahan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi anak sesuai rekomendasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tabalong.

Kick off intervensi serentak Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dibuka Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, pada Senin, 27 Juli 2026 di Pendopo Bersinar Pembataan. Di kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama para perusahaan swasta di Tabalong yang bertugas sebagai orang tua asuh anak stunting, memberikan berbagai bantuan kepada anak stunting, seperti susu protein tinggi, pemberian makanan tambahan, hingga berbagai pemenuhan gizi lainnya sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong, sebagai Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Tabalong, Hamida Munawarah mengatakan sasaran intervensi tahun 2026 adalah anak stunting yang berjumlah 1.148 anak. Mereka terdiri dari 894 anak kategori pendek, dan 254 anak kategori sangat pendek.

Gerakan orang tua asuh di awal ini difokuskan pada anak yang masuk kategori sangat pendek sebanyak 254 anak, dengan rincian Bupati melakukan intervensi kepada 10 anak, Perangkat Daerah mengintervensi 142 anak, Kecamatan mengintervensi 24 anak, dunia usaha mengintervensi 78 anak.

“Gerakan orang tua asuh adalah wujud nyata kepedulian kita bersama. Dengan kolaborasi lintas sektor kita berharap angka stunting di Tabalong dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari itu kita ingin memastikan anak-anak Tabalong tumbuh sehat, cerdas dan produktif sebagai generasi emas masa depan,” ujar Hamida Munawarah, Ketua Pelaksana TPPS Tabalong.

Hamida menambahkan, melalui gerakan ini pihaknya ingin mempercepat penanganan anak stunting dengan dukungan lintas sektor, menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Tabalong, meningkatkan status gizi anak kategori sangat pendek, serta menguatkan partisipasi seluruh stakeholder.

Pasalnya berdasarkan data prevalensi stunting di Kabupaten Tabalong meningkat 18,1 persen tahun 2023 menjadi 23,1 persen di tahun 2024. Angka ini menjadi alarm bagi semua pihak bahwa perlu langkah yang intensif, terukur dan kolaboratif dari berbagai lintas sektor.

Nova Arianti, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment