Kenaikan harga beras lokal di Kabupaten Tabalong mendapat sorotan dari Komisi II DPRD Tabalong. Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan bahan bakar solar bagi petani, serta kenaikan harga beberapa jenis BBM.
Komisi II DPRD Tabalong menyoroti tingginya harga beras Banjar atau beras lokal yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Winarto, menilai kondisi ini tidak terlepas dari sulitnya petani memperoleh bahan bakar jenis biosolar.
Keterbatasan bahan bakar tersebut berdampak langsung pada proses produksi pertanian, terutama saat pengolahan lahan dan panen yang menggunakan alat dan mesin pertanian atau alsintan.
Menurutnya, meskipun harga biosolar di SPBU tidak mengalami perubahan, kenaikan harga jenis BBM lain seperti Dexlite turut memengaruhi ketersediaan solar di lapangan. Akibatnya, petani kesulitan mendapatkan bahan bakar dengan harga subsidi, sehingga biaya operasional meningkat dan berdampak pada harga jual komoditas, khususnya beras.
Winarto pun mendorong Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk segera mengambil langkah dalam mengatasi persoalan tersebut. Pengawasan distribusi BBM serta koordinasi dengan pihak SPBU dinilai penting agar kebutuhan petani dapat diprioritaskan, terutama untuk penggunaan alsintan.
Selain itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjamin ketersediaan biosolar dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, sehingga tidak memicu lonjakan harga pangan di tingkat masyarakat.
“Kami berharap dilakukan pendekatan oleh dinas teknis, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk melakukan pengawasan. Yang terpenting masyarakat yang bersentuhan langsung dengan penggunaan biosolar untuk alsintan ini segera dibantu penyediaannya, sehingga harga tidak terlalu melambung dan tidak berpengaruh besar terhadap harga jual komoditas, khususnya beras,” ujar Winarto, Ketua Komisi II DPRD Tabalong.
Winarto berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera dilakukan guna menjaga stabilitas harga beras serta mendukung keberlangsungan sektor pertanian di Tabalong.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.
