Kondisi bangunan yang lapuk dan fasilitas yang sangat minim menjadi gambaran MTs Swasta Al Falah Mahe sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi dari Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC Kementerian Agama. Madrasah yang berdiri sejak tahun 1983 tersebut kini tengah menjalani proses renovasi total seluruh fasilitasnya.
MTs Swasta Al Falah Mahe di Desa Mahe, Kecamatan Haruai, menjadi salah satu dari tiga madrasah di Kabupaten Tabalong yang mendapat bantuan Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC tahun 2025.
Madrasah yang telah berdiri lebih dari 40 tahun ini sebelumnya memiliki kondisi bangunan yang memprihatinkan. Sebagian besar bangunan terbuat dari kayu, dengan kondisi atap bocor hingga beberapa plafon yang hampir roboh.
Kepala MTs Swasta Al Falah Mahe, Murhansyah, mengatakan selain kondisi bangunan, fasilitas penunjang seperti toilet, ruang guru, hingga tempat ibadah sekolah juga sangat tidak memadai. Dari sekitar 200 siswa yang bersekolah, hanya tersedia tiga unit WC. Bahkan, musala sebagai sarana ibadah sehari-hari belum tersedia, sehingga guru dan siswa terpaksa menggunakan ruang kelas untuk salat.
“Selama ini kegiatan belajar berjalan normal, tetapi yang menjadi kendala adalah kondisi sarana dan prasarana. Sebelum mendapat bantuan, ada bangunan yang bocor dan hampir roboh karena masih berbahan kayu. Banyak atap bocor dan plafon yang hampir jatuh. Untuk WC, dari sekitar 200 siswa hanya tersedia tiga unit. Alhamdulillah kondisi ini mendapat respons dari pemerintah,” ujar Murhansyah, Kepala MTs Swasta Al Falah Mahe.
Madrasah ini akhirnya terpilih sebagai penerima program PHTC setelah pihak sekolah rutin melaporkan kondisi bangunan melalui aplikasi EMIS dan SIMSARPRAS kepada Kementerian Agama. Saat ini, proses pembelajaran tetap berlangsung dengan kondisi terbatas, di mana siswa belajar secara lesehan dan beberapa kelas digabung.
Melalui program PHTC tersebut, MTs Al Falah Mahe mendapatkan revitalisasi total sebanyak 15 bangunan, meliputi tujuh unit renovasi bangunan permanen serta pembangunan baru seperti musala, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, dan perpustakaan. Selain itu, jumlah WC juga ditambah dari tiga menjadi sembilan unit.
Proses pembangunan yang dimulai sejak Februari 2026 ini telah mencapai progres sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
