TABALONG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tabalong menggelar Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Masukau, Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam menyaring informasi di era digital.
Gerakan Literasi Sekolah menjadi upaya Dispersip Tabalong untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mencintai buku dan meningkatkan wawasan.
Duta Baca Tabalong, Maulida, menjelaskan bahwa literasi di era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan menyaring informasi. Siswa perlu dibiasakan bersikap kritis agar mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks.
“Tentu sangat penting ya tentu literasi juga berkembang dia tidak hanya berpatok pada buku fisik saja tetapi juga masuk sekarang ke era digital jadi kalau untuk anak-anak sekarang tentu dihimbau supaya mereka tidak mudah untuk menerima segala informasi apalagi di era sekarang supaya mereka bisa membedakan yang mana berita asli ataupun yang mana berita bohong,” ujar Maulida, Duta Baca Tabalong.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Masukau, Siti Arbana, menyebut sekolahnya telah menyediakan pojok baca di setiap kelas untuk menumbuhkan minat baca siswa. Namun, keterbatasan sarana perpustakaan masih menjadi tantangan.
“Harapan kami mudah-mudahan anak-anak kami di SDN Masukau ini bisa membaca untuk mengembangkan pembelajarannya dan bisa literasi di sekolah kami lebih maju lagi,” kata Siti Arbana, Kepala SDN Masukau.
Siti berharap, kegiatan literasi dapat terus berlanjut dengan dukungan Dispersip Tabalong, terutama dalam penyediaan bahan bacaan dan akses perpustakaan. Dengan demikian, minat baca siswa diharapkan semakin meningkat.
Muhammad Dano Nafarin, TV Tabalong melaporkan.
