Home Pertanian & Perkebunan Tabalong Jadi Daerah Uji Coba PM-AAS, Upaya Kementan Dongkrak Produksi Padi Dua Kali Lipat

Tabalong Jadi Daerah Uji Coba PM-AAS, Upaya Kementan Dongkrak Produksi Padi Dua Kali Lipat

by iin hendriyani

Kabupaten Tabalong resmi menjadi kabupaten kedua setelah Kabupaten Barito Kuala yang terpilih sebagai proyek percontohan sistem pertanian Modern Advance Agricultural System atau PM-AAS. Dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, hanya dua daerah ini yang mendapat kepercayaan untuk menguji coba sistem yang diharapkan mampu melipatgandakan produksi padi tersebut.

Terpilihnya Kabupaten Tabalong sebagai lokasi uji coba PM-AAS tentunya bukan tanpa pertimbangan. Kabupaten Tabalong mendapatkan jatah lahan seluas 60 hektare yang terbagi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jaro seluas 49 hektare dan Kecamatan Upau seluas 11 hektare. Sementara Kabupaten Barito Kuala mendapatkan jatah lahan seluas 50 hektare.

Penerapan sistem PM-AAS ini menggunakan metode tanam benih langsung atau tabela dengan alat drum seeder yang dinilai lebih efisien dari segi waktu dan biaya tanam. Sistem ini juga ditargetkan mampu mendongkrak hasil produksi padi hingga dua kali lipat per hektare, dari rata-rata 5 ton menjadi 10 ton.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi, Profesor Muhammad Arsyad, menyampaikan harapan besar yang diemban Kabupaten Tabalong melalui program ini.

“Harapan lain dengan tingginya produksi menggunakan sistem PM-AAS ini, kita berharap bukan hanya memenuhi kebutuhan domestik Tabalong ataupun Kalimantan Selatan, tapi juga secara nasional. Bahkan ekspektasi kita, Menteri Pertanian kemudian juga Bapak Presiden, bukan tidak mungkin Tabalong bukan hanya menguatkan ketahanan pangan nasional. Akhirnya kita berharap bahwa ini juga untuk kesejahteraan para petani kita semuanya, di samping itu juga tentunya terhadap pembangunan infrastrukturnya,” ujar Prof. Muhammad Arsyad, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Tabalong, Habib Taufani Alkaf, menyebut terpilihnya Tabalong sebagai proyek percontohan PM-AAS merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Ia menegaskan bahwa hasil dari tahap pertama ini akan dijadikan bahan evaluasi dan jika berhasil, sistem ini akan dikembangkan ke wilayah Tabalong lainnya yang memiliki karakteristik serupa dengan Kecamatan Jaro.

“Untuk kegiatan dari Kementerian Pertanian, alhamdulillah Tabalong terpilih sebagai tempat pengembangan metode baru, metode PM-AAS, di mana metode ini diharapkan hasil pertaniannya bisa meningkatkan hasil produksi dan tidak lain tidak bukan juga untuk mendukung kesejahteraan para petani kita di Kabupaten Tabalong. Ini yang patut kita syukuri dan banggakan, kita ditunjuk sebagai proyek percontohan dan mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Jadi kita lihat dulu hasil dari sistem ini di tahap pertama, progresnya seperti apa. Kalau memang ada kendala nanti kita evaluasi, dan kalau memang berhasil sesuai target maka akan kita kembangkan di wilayah Tabalong lainnya, khususnya wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik sama dengan Kecamatan Jaro,” ujar Habib Taufani Alkaf, Wakil Bupati Tabalong.

Dengan dimulainya tanam perdana PM-AAS di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong kini mengemban tanggung jawab sebagai daerah percontohan yang diharapkan dapat membuktikan bahwa modernisasi pertanian sederhana pun mampu menghasilkan produksi yang signifikan demi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani lokal.

Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment