Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersama DKP3 Tabalong melaksanakan tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agricultural System atau PM-AAS di Desa Jaro pada 21 Mei 2026. Program yang dipimpin Wakil Bupati Tabalong tersebut menerapkan metode tanam benih langsung menggunakan drum seeder untuk meningkatkan efisiensi dan target produksi padi hingga dua kali lipat di Kabupaten Tabalong.
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong menggelar tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agricultural System atau PM-AAS di Desa Jaro, Kecamatan Jaro, pada 21 Mei 2026.
Aksi tanam perdana ini dipimpin Wakil Bupati Tabalong, Habib Taufani Alkaf, didampingi unsur Kementerian Pertanian dan jajarannya. Plt Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Wahida Annisa Yusuf, memaparkan secara singkat karakteristik sistem PM-AAS dengan metode tanam benih langsung atau tabela menggunakan alat drum seeder.
Drum seeder merupakan alat pertanian mekanis berbentuk tabung menggunakan pipa paralon yang terdapat lubang kecil untuk menanam benih secara langsung ke dalam tanah tanpa perlu melalui proses penyemaian terlebih dahulu.
Dirinya mengatakan, tujuan dari tanam perdana dengan program atau metode PM-AAS ini adalah untuk memberikan efisiensi kepada para petani dalam melakukan penanaman. Ia juga menambahkan, modernisasi pertanian tidak harus menggunakan alat yang serba mahal.
“Jadi ini merupakan tanam benih langsung yang dimodernisasi dengan alat mesin pertanian. Namun, di sini kami ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa modernisasi itu tidak harus menggunakan alat yang mahal, tetapi tujuan dari modernisasi adalah produksi yang tinggi dan efisien, itulah yang harus kita capai. Jadi bagaimana kita mendapatkan hasil yang maksimal dengan menggunakan alat alsintan yang sederhana, yang tentunya bisa ditiru oleh masyarakat. Nah, di kegiatan PM-AAS inilah kita mengenalkan alat tanam yang mungkin nantinya mudah ditiru oleh petani, yang saat ini kita gunakan yaitu drum seeder,” ujar Wahida Annisa Yusuf, Plt Kepala BRMP Kalimantan Selatan.
Wahida menyebut metode ini memiliki banyak keunggulan. Namun, di sisi lain juga membutuhkan pupuk yang cukup agar produksi dengan metode ini dapat berjalan maksimal. Metode ini dinilai mempersingkat waktu tanam serta mengurangi biaya tanam dibanding metode tanam pindah padi muda.
Wakil Bupati Tabalong, Habib Taufani Alkaf, berharap program PM-AAS dapat berjalan maksimal mulai dari masa tanam hingga panen. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan hasil produksi padi hingga dua kali lipat per hektare. Ia menyebut sejumlah wilayah di Kecamatan Jaro saat ini sudah menerapkan IP300 atau tiga kali tanam dalam setahun sehingga diharapkan produktivitas dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat.
“PM-AAS ini mudah-mudahan nantinya proses berjalan, mulai dari tanam, pemeliharaan sampai panen, hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan yang kita inginkan bersama, yaitu yang berawal dari 5 ton bisa mencapai 10 ton. Walaupun turun sedikit tidak apa-apa, yang penting ada perubahan signifikan. Karena memang di daerah khususnya Jaro ini beberapa lokasi panennya sudah IP300, jadi sudah bisa tiga kali tanam dan mudah-mudahan hasilnya juga bisa bertambah lagi, tingkat kesejahteraan petani meningkat, dan membawa keberkahan untuk daerah,” ujar Habib Taufani Alkaf, Wakil Bupati Tabalong.
Penerapan metode tanam PM-AAS di Tabalong dilakukan di lahan seluas 60 hektare pada dua wilayah Kabupaten Tabalong. Di Desa Jaro, Kecamatan Jaro, sistem PM-AAS diterapkan pada lahan seluas 49 hektare sawah, sedangkan di Kecamatan Upau diterapkan pada lahan seluas 11 hektare.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
