Dalam rangka meningkatkan kesuburan lahan serta mendongkrak produksi dan produktivitas pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian DKP3 Tabalong menyalurkan bantuan pupuk organik cair subsidi kepada petani. Penyaluran ini dilakukan pada tahun 2026 dengan total 6.012 liter POC dan difokuskan untuk tanaman pangan dan hortikultura.
Sebanyak 6.012 liter pupuk organik cair atau POC subsidi disiapkan DKP3 Tabalong untuk membantu petani meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Bantuan ini menjadi salah satu langkah Pemkab Tabalong menjaga stabilitas produksi pangan di Bumi Sarabakawa.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong, Rahmani, menjelaskan keterbatasan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani. Sebagai solusi, Pemkab Tabalong melakukan cadangan melalui penyaluran POC subsidi agar kebutuhan pupuk, baik organik maupun anorganik, tetap terpenuhi.
Penyaluran ini diperkirakan paling cepat dilaksanakan pada musim tanam kemarau, yaitu sekitar bulan Juli sampai Agustus 2026.
“Memang pupuk ini secara bergulir kita juga menyalurkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Dalam hal ini memang ada keterbatasan pupuk bersubsidi karena ada kuota yang dialokasikan ke masing-masing kabupaten. Dan karena pupuk bersubsidi ini juga tetap harus ditebus oleh petani kita, tentu akhirnya kuota dan keterbatasan petani dalam menebus pupuk bersubsidi ini kita backup dengan pupuk organik cair, sehingga kebutuhan pupuk kita baik itu organik padat, cair maupun pupuk anorganik dapat membantu petani dengan harapan produktivitas bisa meningkat,” ujar Rahmani, Kepala Bidang TPH DKP3 Tabalong.
Dengan adanya penyaluran POC subsidi ini, Pemkab Tabalong berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan petani mampu mengoptimalkan hasil panen di tengah keterbatasan kuota pupuk bersubsidi.
Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Maburai Tiga, Solihin, menyampaikan bantuan pupuk bersubsidi dan POC dinilai sangat membantu, terutama pada masa vegetatif tanaman. Menurutnya, dukungan tersebut meringankan biaya produksi petani. Namun ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga hasil produksi di pasaran agar petani lebih mudah menghitung biaya pupuk dan mengurangi ketidakpastian akibat fluktuasi harga.
“Dengan adanya pupuk bersubsidi dan POC subsidi ini sangat membantu sekali, apalagi untuk tanaman yang masih dalam masa vegetatif atau masih kecil itu sangat diperlukan pupuk organik. Kalau harga, kami berharap dari pemerintah agar harga itu stabil. Seperti sekarang ini menanam cabai, harga membingungkan, naik turun. Kalau bisa stabil, kita bisa menghitung biaya untuk pupuk dan tidak membingungkan,” ujar Solihin, petani cabai.
Bagi Solihin dan petani lainnya, bantuan POC subsidi ini menjadi penopang penting di tengah keterbatasan pupuk dan fluktuasi harga hasil pertanian. Ia berharap dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada bantuan pupuk, tetapi juga diiringi kebijakan stabilisasi harga agar petani dapat berupaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Tabalong.
Muhamad Khairillh, TV Tabalong, melaporkan.
