Berdasarkan data riil, capaian Imunisasi Dasar Lengkap atau IDL di Kabupaten Tabalong pada tahun 2025 mencapai 88 persen. Meskipun telah mencapai target di atas 85 persen, namun Dinas Kesehatan Tabalong terus melakukan berbagai upaya agar cakupan IDL di tahun 2026 dapat diperluas.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, capaian Imunisasi Dasar Lengkap atau IDL bagi anak-anak di Tabalong berdasarkan data riil tahun 2025 telah tercapai 88 persen, dari target 85 persen.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Husin Ansari, menyebutkan masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan capaian IDL belum bisa menyentuh 100 persen, seperti masih kurangnya kesadaran mengenai manfaat imunisasi, adanya ketakutan terhadap efek samping atau KIPI, serta masih adanya yang tidak mendapatkan izin dari pihak keluarga.
“Dari 88 persen itu tentu kan ada yang masih belum melakukan IDL. Ada beberapa kendala yang kami alami. Yang pertama terkait dengan masih adanya masyarakat yang belum mau mengimunisasi anaknya. Yang kedua juga ada masyarakat yang melahirkan di tempat kita terus dia pindah ke tempat lain, jadi dia tidak menetap di Kabupaten Tabalong. Itu salah satu penyebabnya juga kita tidak bisa 100 persen. Dan yang ketiga adanya juga kekhawatiran dari orang tua karena ada anak yang kita imunisasi memang ada dampak ikutannya, misalkan panas, khususnya untuk imunisasi DPT dan itu sebenarnya wajar. Jadi masyarakat jangan khawatir kalau ada reaksi panas itu adalah hal yang normal saja dan semua tenaga medis yang kita tugaskan itu sudah mensosialisasikan itu dan akan diberikan obat untuk menurunkan panasnya dan itu adalah hal yang wajar. Jadi jangan khawatir, tidak ada masalah terkait dengan dampak ikutan dari imunisasi tersebut,” ujar Husin Ansari, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tabalong.
Husin menambahkan, realisasi IDL di atas 80 persen sudah dapat membentuk kekebalan suatu kelompok. Di tahun ini, Dinkes Tabalong menargetkan IDL Tabalong di atas 90 persen. Sosialisasi ke masyarakat dilakukan dengan melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, bidan desa agar masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keamanan dan kehalalan dari imunisasi tersebut.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
