Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai dirasakan para pelaku usaha warung makan di Tabalong. Meningkatnya harga beras, minyak goreng, hingga sayur-sayuran membuat pengeluaran pedagang semakin besar, sementara keuntungan yang diperoleh justru semakin menipis.
Kenaikan harga sembako memberikan dampak signifikan bagi para pelaku usaha kuliner, khususnya warung makan di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Murung Pudak. Salah satu pemilik warung makan ayam kremes, Rita, mengaku dalam beberapa bulan terakhir harga bahan pokok terus mengalami kenaikan. Terutama harga beras Banjar Mayang yang sebelumnya dibeli sekitar 80 ribu rupiah, kini naik menjadi 93 ribu rupiah per gantang.
Tidak hanya beras, kenaikan juga terjadi pada minyak goreng, tabung gas, plastik pembungkus makanan, hingga berbagai jenis sayuran. Akibatnya, biaya belanja yang biasanya sekitar 4 juta rupiah, kini meningkat menjadi sekitar 4 setengah juta rupiah sekali belanja.
Meski beban pengeluaran semakin besar, Rita mengaku masih bertahan untuk tidak menaikkan harga jual makanannya. Ia khawatir kenaikan harga justru akan menurunkan daya beli masyarakat.
“Kalau semuanya mahal, kalau ikut jualan mahal juga kasihan ya kan, mba. Kita jualan sayur-sayur masak, sayur apa itu, nanti kalau sebarataan mahal, daya beli masyarakat takutnya kita menurun kalau kita menaikan juga kan. Jadi sementara ini bertahan kadada naik-naik harga meskipun sembako larang, sayur larang, tapi kada menaikan supaya stabil aja dulu,” ujar Rita, Pemilik Warung Makan Belimbing.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Dina, pemilik warung makan lainnya di Kelurahan Belimbing. Menurutnya, harga berbagai bahan baku terus meningkat dibandingkan sebelumnya. Dina menyebut, jika dulu pembelian bahan baku berkisar 450 hingga 500 ribu rupiah, kini bisa mencapai lebih dari 600 ribu rupiah. Sementara hasil penjualan tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
“Kalau sekarang ini kan kalau harga barang sudah 500-an lebih, bisa sampai 600-an beli yang seperti gula, tepung, minyak, petis, bahan bakunya yang ini kan yang belum diolah, habis tu kalau yang biasa itu cuman 450 paling banyak 500. Jadi ibaratnya tu kaya apalah pembelian banyak hasilnya ya menurun,” tutur Dina, Pemilik Warung Makan Kelurahan Belimbing.
Para pelaku usaha warung makan berharap harga sembako dan bahan pokok dapat kembali stabil, sehingga usaha mereka tetap bertahan tanpa harus mempertimbangkan kenaikan harga jual yang dapat membebani masyarakat.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
