Pemerintah Kabupaten Tabalong terus memetakan potensi investasi unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Salah satunya melalui rencana pembangunan industri biomassa wood pellet terintegrasi yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendukung program energi baru terbarukan nasional.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tabalong menetapkan sektor kehutanan sebagai salah satu prioritas investasi di Kabupaten Tabalong. Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil pemetaan potensi investasi yang menyesuaikan dengan arah pembangunan nasional dan daerah.
Salah satu proyek yang diusung yaitu pembangunan industri biomassa wood pellet terintegrasi berbasis hutan rakyat dengan pola agroforestri. Kawasan pengembangan energi baru terbarukan dan industri hijau ini difokuskan di Desa Saradang, Kecamatan Haruai, dengan luas kawasan mencapai 3.999 hektare.
Kepala Bidang Perencanaan Penanaman Modal dan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Tabalong, Ruzaida Fitriani, menjelaskan wood pellet merupakan produk energi yang diolah dari limbah kayu dan biomassa. Bahan bakunya dapat diperoleh dari aktivitas perusahaan kayu, perkebunan, maupun industri pengolahan kayu yang beroperasi di Tabalong.
“Biomassa itu adalah dari sisa-sisa limbah kayu yang kita olah untuk menjadi pellet dan nantinya bahan baku itu bisa kita peroleh dari perusahaan kayu, bandsaw-bandsaw yang aktif di Kabupaten Tabalong, perusahaan perkebunan. Nah itu dari bahan bakunya mungkin kita bisa peroleh di Kabupaten Tabalong,” ujar Ruzaida Fitriani, Kabid Perencanaan Penanaman Modal dan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Tabalong.
Industri ini dinilai memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mampu memberikan nilai tambah terhadap limbah kayu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, proyek ini diperkirakan mampu menyerap antara 500 hingga 1.000 tenaga kerja serta memberdayakan kelompok masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.
Dari sisi pasar, kebutuhan wood pellet terus meningkat seiring penerapan program co-firing di berbagai pembangkit listrik. Di Tabalong, produk ini berpotensi memenuhi kebutuhan biomassa bagi industri dan pembangkit yang telah menerapkan campuran batu bara dengan biomassa. Ke depannya, produk wood pellet Tabalong juga diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
