Tabalong – Ribuan Keluarga Penerima Manfaat atau KPM bansos di Tabalong terindikasi judi online. Temuan ini berdampak pada status penerimaan bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Sebanyak 1.800 Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Tabalong terindikasi terkait aktivitas judi online, berdasarkan penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK.
Indikasi tersebut berdampak pada status penerimaan bantuan sosial. Sejumlah KPM mengalami penangguhan atau penonaktifan bantuan, termasuk Program Keluarga Harapan atau PKH dan bantuan sembako dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Ketua Tim Pelaksana PKH Tabalong, Akhmad Mujahid, mengimbau masyarakat agar bijak mengelola keuangan keluarga dan tidak menggunakan bantuan sosial untuk aktivitas judi online.
“Terkhusus untuk yang judi online yang paling banyak, ini kami harapkan bahwa ada kesadaran dari masyarakat kita bahwa yang namanya bantuan sosial itu adalah untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Tapi jika ada anggota keluarganya yang memang dalam tanda kutip menghambur-hamburkan uang atau membakar uang melalui judi online, ini kan sama sekali tidak mencerminkan keluarga yang memang membutuhkan bantuan. Jadi sekali lagi kami imbau kepada keluarga-keluarga yang hari ini masih eksis menerima bantuan sosial, terutama yang masih dibayarkan sampai tahap 3, agar keluarganya betul-betul dijaga, baik itu suaminya, anak-anaknya, ataupun cucu-cucunya, jangan sampai ada yang terindikasi untuk bermain judi online karena ini akan merugikan keluarga tersebut yang selama ini sudah kita bantu menerima bantuan sosial setiap 3 bulannya,” ujar Akhmad Mujahid, Ketua Tim Pelaksana PKH Tabalong.
Mujahid menambahkan, KPM yang merasa tidak pernah terlibat judi online namun kepesertaan bansosnya dinonaktifkan karena indikasi tersebut, dapat mengajukan sanggahan melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Sanggahan ini dapat menjadi langkah klarifikasi dan pembaruan data, agar status penerima bantuan sosial dapat ditinjau kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Nova Arianti, TV Tabalong melaporkan.
