Pasca karhutla yang membakar lebih dari 100 hektare perkebunan karet warga, Pemerintah Desa Seradang, Kecamatan Haruai, mengharapkan dukungan sarana pemadam kebakaran dari pemerintah daerah. Hal ini dinilai penting karena Desa Seradang belum memiliki pos atau unit relawan pemadam, termasuk Unit Pelayanan Bantuan Swadaya atau UPBS.
Karhutla yang melanda lebih dari 100 hektare lahan perkebunan karet warga Desa Seradang, Kecamatan Haruai, menjadi keprihatinan pemerintah desa. Terlebih, kebakaran terjadi di tengah kondisi kemarau yang membuat lahan dan vegetasi dalam kondisi kering.
Kepala Desa Seradang, Umar Ma’ruf menilai, wilayahnya rentan terhadap kebakaran lahan, terutama saat kemarau panjang. Kondisi lahan yang kering, ditambah berbagai material mudah terbakar, dinilai dapat membuat api cepat menjalar.
Selain itu Umar mengakui keterbatasan sarana dan belum adanya UPBS di desa, membuat penanganan kebakaran masih bergantung pada pemadam dari luar wilayah. Kondisi ini membuat waktu respons menjadi lambat, terutama jika api muncul di lahan perkebunan yang sulit diakses.
“Jadi tidak bisa juga menyalahkan masyarakat terkait hal ini dan itu, karena memang timbulnya api juga kita tidak tau dan tidak terduga, nah di dalam kondisi seperti ini kami pemerintah desa Seradang mengharapkan dari pemerintah, karena kami tidak mempunyai peralatan dan sarana untuk antisipasi dan mitigasi kebakaran, oleh karena itu kami mengharapkan kepada pemerintah daerah agar kiranya karena Desa Seradang termasuk wilayah rentan dari karhutla, setidaknya itu diperbantukan alat-alat pemadam kebakaran lah sehingga kami ini bisa mengantisipasi lebih dini terkait kebakaran dan sesuatu yang tidak terduga seperti sekarang ini,” kata Umar Ma’ruf, Kepala Desa Seradang.
Pemerintah Desa Seradang berharap, dukungan sarana pemadam maupun pembentukan relawan atau UPBS dapat dipertimbangkan. Dengan kesiapsiagaan di tingkat desa, penanganan api diharapkan bisa dilakukan lebih dini, sebelum kebakaran meluas dan kembali menyebabkan kerugian bagi warga.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
