Tabalong — DKP3 Tabalong mendukung pemanfaatan energi listrik untuk penggilingan padi melalui program Electrifying Agriculture PLN. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengolahan hasil pertanian.
Pemanfaatan energi listrik di sektor pertanian terus didorong melalui program Electrifying Agriculture PLN. Salah satunya melalui pelatihan operasional penggilingan padi menggunakan energi listrik yang dilaksanakan di Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kamis, 15 Oktober 2026.
Pelatihan ini diikuti tujuh kelompok tani yang sebelumnya menerima bantuan dari PLN berupa mesin penggiling padi, mesin perontok padi, penyambungan baru dan penambahan daya listrik, serta pembangunan rumah produksi.
Analis Pasar Hasil Pertanian DKP3 Tabalong, Sri Astuti, menyambut baik dukungan PLN tersebut. Menurutnya, pemanfaatan energi listrik dalam penggilingan padi dapat membantu kelompok tani meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengolahan hasil panen.
“Jadi ini adalah pemanfaatan energi listrik untuk terutama alsintan, lebih khusus lagi penggilingan padi. Ya sangat mendukung sekali karena kita kaitkan dengan isu kesulitan untuk mendapatkan BBM, biasanya kan petani menggunakan BBM sebagai sumber energi alsintannya, sehingga ini merupakan terobosan baru untuk kelompok tani kami dalam menggunakan alsintannya menggunakan energi listrik,” ujar Sri Astuti, Analis Pasar Hasil Pertanian DKP3 Tabalong.
Sri Astuti berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Ia juga berharap pemanfaatan energi listrik ini dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung pengolahan hasil pertanian, khususnya padi, di Kabupaten Tabalong.
Gazali Rahman, TV Tabalong Melaporkan.
