Tabalong — Setelah meraih juara umum Festival Karya Tari Daerah Kalimantan Selatan, Sanggar Seni Suluh Banua Tabalong kini mematangkan persiapan menuju Parade Tari Nusantara di Jakarta pada akhir Oktober 2026.
Sanggar Seni Suluh Banua Kabupaten Tabalong akan mewakili Kalimantan Selatan pada Parade Tari Nusantara, setelah meraih juara umum Festival Karya Tari Daerah Kalimantan Selatan.
Menjelang ajang nasional, para penari terus berlatih dan melakukan perbaikan, mulai dari olah tubuh, olah rasa, hingga penyesuaian gerak dengan iringan musik tradisional Dayak. Latihan dilakukan di Aula Pendopo Bersinar Pembataan, agar para penari dan pelatih tidak terganggu kabut asap akibat karhutla.
Pimpinan Sanggar Seni Suluh Banua, Dedy Rahnoni, menyebut evaluasi dan pematangan tarian dilakukan agar penampilan di tingkat nasional lebih maksimal.
“Semenjak Kabupaten Tabalong ditetapkan sebagai pemenang kami terus berbenah untuk menghadapi Parade Tari Nusantara di Jakarta. Persiapannya setelah hari ketiga setelah pengumuman langsung menyusun program-program perbaikan-perbaikan di mana sesuai saran dari dewan juri ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, tentunya kita menyusun kembali terkait latihan-latihan,” ujar Dedy Rahnoni, Pimpinan Sanggar Seni Suluh Banua.
Ketua Harian Sanggar Seni Suluh Banua, Muhammad Izmi, menjelaskan tarian yang dibawakan masih mengusung tema Njipah atau perangkap babi, seperti pada Festival Karya Tari Daerah sebelumnya.
“Untuk tema yang kami angkat itu masih sama dengan yang kami angkat pada FKTD kemarin tentang Njipah. Njipah itu sebuah perangkap yang dibuat dari akar-akaran gantung khususnya yang ada di hutan, di hutan Dayak Deah khususnya itu digunakan untuk menjebak babi atau membuat perangkap,” tutur M. Izmi, Ketua Harian Sanggar Seni Suluh Banua.
Izmi optimistis Sanggar Seni Suluh Banua mampu menampilkan pertunjukan terbaik untuk membawa nama Tabalong dan Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
Gazali Rahman, TV Tabalong Melaporkan.
