Home Blog Gurihnya Bikin Penasaran! Paliat, Kuliner Legendaris Khas Tabalong

Gurihnya Bikin Penasaran! Paliat, Kuliner Legendaris Khas Tabalong

by iin hendriyani

Tabalong — Paliat, kuliner khas Kelua, menjadi salah satu warisan kuliner kebanggaan warga Tabalong. Dengan perpaduan santan kental, rempah, dan limau kuit, hidangan ini tak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan cerita tradisi yang terus dilestarikan.

Berbicara tentang kekayaan Kabupaten Tabalong tak lengkap rasanya tanpa mengenal Paliat, kuliner khas dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua. Hidangan ini memiliki ciri khas berupa kuah santan kental berwarna kekuningan, dipadukan dengan ikan atau udang serta sentuhan limau kuit yang memberikan aroma dan cita rasa tersendiri. Di balik sajian tersebut ada proses pengolahan dan racikan bumbu yang turut membentuk kekhasan Paliat.

Popularitas Paliat juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner daerah. Pada 8 Desember 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama berbagai pihak menyajikan 19.479 porsi Paliat dalam sebuah kegiatan yang tercatat di Museum Rekor Indonesia.

“Masakan berkuah gangan Paliat ini punya ciri khas tersendiri dibandingkan masak yang lain, terutama dari percampuran bumbunya. Saat ini kan orang takut dengan yang namanya kolesterol atau lemak jahat. Nah, sementara masakan-masakan berkuah lainnya, khususnya yang menggunakan santan, itu dimasak yang menyebabkan terjadinya perubahan santan itu menjadi lemak jahat. Karena berdasarkan literasi ya, santan itu adalah lemak bagus, lemak baik, tetapi jika dimasak di atas 70 sampai 90 derajat Celcius, maka dia berubah jadi lemak jahat. Itu salah satu kelebihan dari Paliat, Paliat itu dimasak di bawah 90 derajat Celcius. Nah, khususnya punya kami, kami santan fresh dimasak di bawah 90 derajat Celcius, bahkan di bawah 80 derajat Celcius,” kata H. Jainudin, Pemilik Rumah Makan Hj. Mariam.

Haji Jainudin menambahkan keunikan Paliat terletak pada perpaduan bumbu kunyit dan asam kuit yang memberikan cita rasa khas. Selain membantu mengikat lemak dan mengurangi kadar lemak, perpaduan bumbu ini menjadi keunggulan Paliat dibandingkan hidangan lainnya. Bahkan pada tahun 2007, Paliat disebut sebagai salah satu makanan sehat dan mengenyangkan dalam Festival Pangan Nusantara.

Lebih dari sekadar sajian di meja makan, Paliat membawa cerita tentang identitas daerah, tradisi kuliner, dan potensi ekonomi masyarakat. Dari Desa Paliat untuk Banua, kuliner ini menjadi salah satu kekayaan rasa yang patut dikenal dan terus diwariskan.

Rina Rapita Sari, Suara Tabalong Melaporkan Dari Rumah Makan Paliat Hajah Mariam.

You may also like

Leave a Comment