Kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu dini hari, memicu peningkatan jumlah konsumen Pertalite di SPBU Mabuun, Kabupaten Tabalong. Meski demikian, pihak SPBU memastikan stok BBM masih dalam kondisi aman dan pasokan berjalan lancar.
Kenaikan harga Pertamax yang mencapai Rp4.100 per liter mulai diterapkan di SPBU Mabuun pada Rabu dini hari. Perubahan harga dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter ini menjadikan Pertamax sebagai satu-satunya produk BBM yang mengalami penyesuaian harga, sedangkan produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan.
Pengawas SPBU Mabuun, Irwin Syahrianadi menjelaskan, dampak langsung dari kenaikan harga ini mulai terlihat dari menurunnya jumlah konsumen Pertamax dan meningkatnya pengguna Pertalite. Pada hari pertama penerapan harga baru, jumlah kendaraan yang mengisi Pertalite meningkat hingga hampir 30 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Meski terjadi peningkatan permintaan, Irwin memastikan stok Pertalite maupun Pertamax di SPBU Mabuun masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pasokan dari Pertamina juga disebut berjalan normal tanpa kendala.
“Kalau stok, Pertalite sama Pertamax aman. Pasokan lancar. Cuma kalau Pertalite itu konsumen saja mulai bertambah. Tapi peningkatannya lumayan. Kalau Pertalite, kalau hari ini meningkat hampir 30 persen dari kemarin,” ujar Irwin Syahrianadi, Pengawas SPBU Mabuun.
Irwin pun mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi kenaikan harga BBM Pertamax. Lantaran ketersediaan stok BBM di SPBU Mabuun masih aman dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir bulan.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
