Kegiatan peningkatan literasi anak kembali digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong melalui program Gelar Minggu Ceria atau Gerakan Literasi Minggu Ceria pada 15 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau Desa Solan, Kecamatan Jaro, yang diikuti puluhan anak sekolah dasar di Desa Solan.
Sekitar 50 anak sekolah dasar di sekitar Desa Solan tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif yang disiapkan Dispersip Tabalong melalui program Minggu Ceria. Program ini mengusung konsep gerakan literasi yang dikemas santai agar anak-anak dapat belajar sambil bermain di ruang terbuka.
Kegiatan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni menumbuhkan kebiasaan membaca, menghadirkan edukasi melalui permainan dan perlombaan, serta sesi bercerita atau storytelling. Dalam sesi tersebut, anak-anak diperkenalkan nilai budaya lokal, kearifan daerah, dan pesan moral sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini.
Tahun 2026 menjadi awal pelaksanaan program secara jemput bola. Jika sebelumnya kegiatan hanya berlangsung di lingkungan perpustakaan, kini petugas langsung mendatangi desa-desa agar layanan literasi lebih dekat dengan masyarakat. Sejauh ini kegiatan jemput bola telah dilaksanakan lima kali di berbagai lokasi di Kabupaten Tabalong. Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Selama ini kegiatan Minggu Ceria kami melaksanakan hanya di seputaran kantor kami pada pagi Minggu, tetapi pada tahun 2026 ini kami ingin mengombinasikan kegiatan yang selama ini di kantor, kami coba terjun ke lapangan atau jemput bola untuk mendekatkan perpustakaan kita agar masyarakat luas khususnya Kabupaten Tabalong bisa mengenal kegiatan-kegiatan perpustakaan kami pada tahun 2026. Selama 2026 sudah kami laksanakan lima kali jemput bola kegiatan Minggu Ceria, mudah-mudahan animo masyarakat tetap antusias dan kami berharap terus bisa mendukung kegiatan yang kami selenggarakan ini,” ujar Subhan, Kabid Layanan Perpustakaan Dispersip Tabalong.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan budaya membaca sejak usia dini serta mendorong masyarakat lebih mengenal layanan perpustakaan. Sebab diketahui indeks minat baca masyarakat Tabalong meningkat dari tahun ke tahun sehingga pemerintah daerah terus berupaya mempertahankan nilai tersebut.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.
