Tabalong – Puskesmas Mabuun Kabupaten Tabalong berkomitmen memperkuat penerapan Integrasi Layanan Primer atau ILP. Evaluasi Kementerian Kesehatan RI dan dukungan berbagai pihak menjadi langkah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Mabuun, drg. Tenry Ariny, di sela kunjungan Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, bersama YABN, PT Adaro Indonesia, dan Alamtri Group, pada Rabu 21 Oktober 2026.
Tenry menjelaskan Puskesmas Mabuun telah menerapkan ILP sejak 2025. Sistem ini mengintegrasikan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil dan janin, bayi dan anak, usia produktif, hingga lanjut usia.
Penguatan pelaksanaan ILP juga didukung Yayasan Amanah Bangun Negeri atau YABN, melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mabuun.
Tenry menambahkan hasil evaluasi Kementerian Kesehatan menjadi masukan penting untuk meningkatkan kesiapan fasilitas dan sumber daya kesehatan, termasuk ketersediaan tenaga kesehatan, alat kesehatan, serta sarana pengelolaan limbah medis infeksius.
“Kami sangat bangga mendapatkan kunjungan karena kami dijadikan lokus untuk kegiatan ILP Puskesmas di Kabupaten Tabalong. Tadi banyak masukan dari dr. Niken dan juga dr. Marti tim dari Kemenkes terkait dengan SDM dan juga alkes yang berada di Puskesmas. Kami disarankan untuk mengadakan IPAL untuk pengelolaan limbah infeksius dan rencananya nanti akan disupport oleh YABN,” ujar drg. Tenry Ariny, Kepala Puskesmas Mabuun.
Tenry berharap ke depan dukungan dan hasil evaluasi tersebut dapat mendorong penerapan ILP semakin optimal. Sehingga pelayanan kesehatan yang terintegrasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Tabalong.
Nova Arianti, TV Tabalong melaporkan.
