Pemerintah Kabupaten Tabalong memastikan kebutuhan daging ayam saat momen peringatan Maulid Nabi Muhammad terpenuhi dengan baik, meski ada kenaikan harga. Kenaikan sendiri tergolong wajar seiring dengan tingginya permintaan dan kenaikan pada pakan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian DKP3 Tabalong, Dokter Hewan Suwandi, saat diwawancarai di kantornya pada Kamis 27 Agustus 2026.
Suwandi menjelaskan, bahwa saat ini produksi daging ayam di Kabupaten Tabalong surplus yakni sebanyak 6,1 juta kilogram daging ayam per bulan. Sedangkan kebutuhan masyarakat sebesar 2,9 juta kilogram dan di kirim ke daerah lain yakni sebesar 3,1 juta kilogram daging ayam per bulannya.
Meski mengalami surplus namun saat ini daging ayam mengalami kenaikan sekitar 10 persen di kandang, dengan kisaran harga 28 ribu rupiah perkilogramnya. Ia menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi karena tingginya permintaan masyarakat di bulan Maulid Nabi sekaligus dampak dari naiknya harga pakan dan BBM.
“Nah ini biasanya ada memang harga ayam di pasar ada kenaikan dari kandang ya ini karena memang yang pertama ada kenaikan apa biaya pakan, yang kedua BBM juga naik ya jadi juga berimbas untuk transportasi. Yang ketiga ini karena momennya adalah hari raya maulid biasanya tarikan atau keperluan daging ayam itu lebih tinggi dari pada hari hari sebelumnya,” ujar drh. Suwandi, Kabid Peternakan DKP3 Tabalong.
Berbeda dengan daging ayam, kebutuhan daging sapi dan juga telur ayam di Kabupaten Tabalong masih kekurangan produksi. Sehingga pemerintah daerah harus mendatangkan dari luar daerah dan juga impor. Diketahui kebutuhan daging sapi bagi masyarakat Kabupaten Tabalong sendiri yakni sebesar 677 ribu kilogram perbulannya, sementara produksi hanya sekitar 577 ribu kilogram. Sehingga harus mendatangkan daging dari luar daerah sebesar 10 ribu kilogram dan daging impor sebesar 89 ribu kilogram.
Sementara untuk jumlah produksi telur ayam yakni sebesar 3,9 juta butir telur, sedangkan kebutuhan masyarakat yakni sebesar 22 juta butir telur. Sehingga pemerintah daerah harus mendatangkan telur dari luar yakni sebanyak 18,8 juta telur.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
