Lahan gambut di wilayah selatan Kabupaten Tabalong menjadi salah satu area yang mendapat perhatian khusus dari BPBD selama musim kemarau. Masyarakat diimbau melakukan pembasahan lahan gambut untuk mencegah terjadinya kebakaran yang sulit dipadamkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tabalong meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan gambut di wilayah selatan Tabalong. Hal ini disampaikan Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, saat diwawancarai di Kantor BPBD Tabalong pada 22 Juli 2026.
Haris Fakhrozi menjelaskan, lahan gambut memiliki karakteristik seperti spons yang menyimpan air. Saat musim kemarau dan permukaan air tanah menurun, gambut akan kehilangan kelembabannya sehingga sangat mudah terbakar. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan proses pemadaman, tetapi juga berpotensi melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar.
Di Kabupaten Tabalong, kawasan gambut memiliki luas sekitar 18 ribu hektare yang tersebar di Desa Hapalah, Desa Bangkiling, dan Desa Bangkiling Raya. Menurut Haris, ketebalan gambut di kawasan tersebut mencapai sekitar dua meter, sehingga memerlukan penanganan khusus saat musim kemarau.
“Nah kami mengimbau kepada masyarakat untuk setiap saat ya untuk lahan gambut ini ada perlakuan khusus lah yaitu terkait dengan pembasahan. Jadi bisa dipompa airnya melalui kanal-kanal yang sudah tersedia atau kolam dengan pompa yang sudah disediakan oleh masing-masing desa. Jadi bisa dilakukan pembasahan, karena kalau sudah terbakar, maka lahan gambut ini yang paling sulit untuk dipadamkan, apalagi dampaknya sudah meluas dan sulit sekali dipadamkan,” ujar Haris Fakhrozi, Kepala BPBD Tabalong.
BPBD Tabalong berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kondisi lahan gambut dengan melakukan pembasahan secara rutin dan menghindari pembakaran lahan. Dengan langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini, risiko kebakaran lahan gambut selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
