Menghadapi potensi dampak musim kemarau El Nino, Wakil Bupati Tabalong Habib Taufani Alkaff mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup untuk meningkatkan penyiraman jalan serta tanaman di kawasan perkotaan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak panas ekstrem dan menjaga kenyamanan serta kesehatan masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tabalong usai membuka Latihan Kader Dua Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI pada 1 Agustus 2026 di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi. Hal ini menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut Kalimantan Selatan termasuk wilayah dengan potensi dampak kuat akibat fenomena kemarau El Nino.
Menurut Wakil Bupati, kondisi cuaca yang lebih panas dalam beberapa waktu terakhir berpotensi meningkatkan debu di udara yang dapat memicu gangguan saluran pernapasan atau ISPA. Selain itu, suhu yang tinggi juga dapat menyebabkan tanaman di sepanjang jalan mengalami kekurangan air dan layu apabila tidak mendapat perawatan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tabalong akan meningkatkan intensitas penyiraman jalan dan tanaman melalui BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup. Penyiraman diharapkan dapat membantu menurunkan suhu lingkungan, mengurangi debu, serta menjaga kondisi tanaman agar tetap tumbuh dengan baik selama musim kemarau.
“Ya untuk mitigasinya untuk El Nino ini, kita akan aktifkan lebih sering lagi termasuk dari BPBD dan Lingkungan Hidup untuk lebih banyak menyiram, menyiram dalam artian di sini tanaman-tanaman yang ada di jalan dan juga jalan-jalan juga dilakukan penyiraman, agar mendinginkan lah, dan juga walaupun masih dalam prediksi ya di BMKG, kita tingkatkan lagi untuk melalui doa, juga treatment-treatment agar mengurangi dampak dari panas dari El Nino,” ujar Habib Taufani Alkaff, Wakil Bupati Tabalong.
Habib Taufan berharap langkah mitigasi ini mampu meminimalisasi dampak El Nino terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain upaya pemerintah, masyarakat juga diajak berperan aktif dengan menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi berdebu, serta menghindari pembakaran lahan yang dapat memperburuk dampak musim kemarau.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
