Pencegahan pernikahan dini, menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Tabalong dalam menekan angka stunting di daerah. Hal ini ditegaskan Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani, dalam pertemuan lintas sektor program penguatan integrasi layanan kesehatan primer, yang digelar pada 15 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Tabalong tidak hanya memperkuat layanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka stunting. Pemkab juga menyasar akar permasalahan melalui pencegahan pernikahan usia dini dan peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam kesempatan ini, Bupati menjelaskan penanganan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi kesehatan. Menurutnya, pola asuh yang kurang tepat serta pernikahan dan kehamilan di usia dini masih menjadi faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kasus stunting.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong mendorong agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan. Melalui program beasiswa bagi keluarga kurang mampu, Pemkab berupaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan risiko terjadinya pernikahan usia dini.
“Bapak Ibu sekalian, langkah-langkah strategis sudah mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong, yang pertama kami sudah berupaya jangan ada lagi pernikahan dini di Kabupaten Tabalong, bagaimana caranya, pokoknya anak-anak SD, SMP, SMA itu harus sekolah dulu. Kita beasiswakan semua anak-anak kita yang kurang mampu, karena memang mohon maaf ini, karena korelasi stunting kebanyakan memang dari keluarga miskin. Oleh karena itu kita ingin anak-anak ini, jangan sampai nanti ini dari keluarga miskin kawinnya nikah dini, kemudian melahirkan usia dini lalu anak-anaknya stunting. Kita tidak ingin ini anak-anak kita terulang, kita ingin anak-anak kita harus bisa sekolah sampai SMA kalau bisa lebih tinggi sehingga dia tidak menikah dini,” kata Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Bupati menegaskan, semakin tinggi tingkat pendidikan anak, maka semakin besar peluang mereka memiliki masa depan yang lebih baik dan terhindar dari risiko pernikahan dini yang dapat berdampak pada kualitas generasi penerus.
Melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pencegahan pernikahan dini, peningkatan akses pendidikan, hingga perbaikan pola asuh dan gizi, Pemerintah Kabupaten Tabalong optimis mampu menurunkan angka stunting serta menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Muhammad Khairillh, TV Tabalong melaporkan.
