Home Sosial Perkumpulan Pusaka Buka Ruang Kolaborasi Pengembangan Program HAKTAWA

Perkumpulan Pusaka Buka Ruang Kolaborasi Pengembangan Program HAKTAWA

by iin hendriyani

Perkumpulan Pusaka menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi di Kabupaten Tabalong dalam memperluas program Hari Keluarga Tanpa Gawai atau HAKTAWA. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak keluarga di berbagai wilayah.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka yang juga Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi, menyampaikan program HAKTAWA telah dijadwalkan rutin digelar setiap bulan dengan beragam tema kegiatan yang berbeda.

Sebelumnya, kegiatan HAKTAWA telah mengangkat tema edukasi pengelolaan sampah, seperti belajar mengolah sampah menjadi pupuk organik dan memanfaatkan barang bekas menjadi alat bermain. Sementara pada kegiatan terbaru, peserta diajak belajar mengenal dunia pertanian melalui aktivitas panen padi.

Firman menjelaskan, dalam setiap pelaksanaan jumlah peserta memang dibatasi hanya sekitar 10 hingga 20 keluarga. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga efektivitas kegiatan agar terdapat keseimbangan antara jumlah peserta dan fasilitator yang mendampingi.

Namun demikian, seiring meningkatnya minat masyarakat, muncul usulan agar program HAKTAWA dapat direplikasi oleh organisasi lain di Tabalong. Dengan cara ini, titik penyelenggaraan kegiatan bisa diperbanyak dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Perkumpulan Pusaka pun menyatakan terbuka untuk berkolaborasi, termasuk memberikan coaching clinic atau pelatihan bagi calon fasilitator dari organisasi lain yang ingin menyelenggarakan program serupa.

“Secara umum sebenarnya kami memang membatasi jumlah kepesertaan dalam setiap kegiatan, karena ini terkait dengan efektivitas, artinya harus ada perbandingan yang seimbang antara peserta dengan fasilitatornya, oleh karena itu jumlah peserta sangat terbatas. Karenanya memang ada beberapa usulan yang masuk ke Perkumpulan Pusaka agar kegiatan ini bisa direplikasi untuk dilakukan oleh tidak hanya Perkumpulan Pusaka, tapi juga oleh organisasi lain, jadi titik penyelenggaraannya yang akan kita perbanyak, tidak hanya Perkumpulan Pusaka yang menyelenggarakan, tetapi organisasi-organisasi lain juga mungkin bisa melaksanakan itu, dan secara ini Perkumpulan Pusaka sangat terbuka untuk organisasi lain misalnya untuk bergabung menyelenggarakan program yang sama, tetapi dengan terlebih dahulu misalnya kita lakukan semacam coaching clinic atau semacam pelatihan bagi fasilitator-fasilitator yang akan menjadi fasilitator di tempat-tempat lainnya,” ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka, Firman Yusi.

Melalui kolaborasi ini, Perkumpulan Pusaka berharap program Hari Keluarga Tanpa Gawai dapat menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat, sehingga semakin banyak keluarga dapat membangun interaksi positif tanpa gangguan gawai serta menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment