Pengelola Taman Menanti Laburan terus berinovasi dalam mengembangkan potensi wisata daerah. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menghadirkan konsep wisata edukasi berbasis tanaman endemik.
Objek wisata Taman Menanti Laburan, Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, namun juga dikembangkan sebagai wisata edukasi tanaman endemik.
Melalui program ini, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan taman dan berbagai wahana, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang berbagai jenis tanaman khas daerah yang memiliki nilai ekologis dan budaya.
Setidaknya terdapat 30 tanaman endemik Kalimantan seperti kapul, nangkadak, limau kuit, ulin, papakin, langsat, dan tanaman buah endemik lainnya.
“Untuk tanaman endemik, jadi Taman Wisata Laburan Menanti ini punya tempat khusus untuk menanam tanaman endemik Kalimantan maupun Kalimantan Selatan. Ada 30 tanaman yang ada di sini. Juga kalau dari kami itu sangat terbuka sekali jika ada organisasi ataupun komunitas yang berkecimpung terkait alam untuk ikut serta bergabung menanam, khususnya tanaman endemik Kalimantan, kami silakan untuk menanam di sini,” ujar Sya’baniatir Ninda Septia, pengelola wisata Taman Laburan Menanti.
Program edukasi ini dikelola bersama komunitas Zillennial Laburan Community atau Z-L-Com dengan memberdayakan warga setempat.
Selain edukasi tentang tanaman endemik, program ini juga memiliki berbagai kegiatan meliputi study tour terkait IPAL, WTP atau water treatment plant, edukasi energi solar cell, kegiatan outbound, hingga pembuatan kain sasirangan.
Muhammad Khirillh, TV Tabalong melaporkan.
