Home Pendidikan Dari Konvensional ke Digital, KSRG Ubah Pola Pembelajaran 6 Sekolah di Tabalong

Dari Konvensional ke Digital, KSRG Ubah Pola Pembelajaran 6 Sekolah di Tabalong

by iin hendriyani

Sejak ditetapkan sebagai kandidat Sekolah Rujukan Google, sejumlah sekolah di Kabupaten Tabalong merasakan perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Transformasi digital ini membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih modern, terbuka, dan terintegrasi dengan teknologi.

Transformasi digital pendidikan di Tabalong dirasakan pihak sekolah sejak ditetapkan sebagai kandidat Sekolah Rujukan Google. Perubahan paling terlihat ada pada pola pembelajaran yang kini berbasis teknologi dan terintegrasi di seluruh ekosistem sekolah.

Saat ini Kabupaten Tabalong memiliki enam kandidat Sekolah Rujukan Google, terdiri dari tiga SD dan tiga SMP. Sekolah-sekolah ini ditargetkan bertransformasi menjadi Sekolah Rujukan Google sepenuhnya dengan syarat mengimbaskan pendidikan digital ke sekolah lain.

Kepala SD Negeri 2 Hikun, Muhammad Munawar Aulia Hamdi, mengatakan perbedaan mendasar sejak sekolahnya ditetapkan menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google terletak pada penerapan teknologi yang menyeluruh. Pembelajaran kini dilakukan dengan memanfaatkan ekosistem digital secara konsisten. Guru dan siswa terbiasa menggunakan perangkat teknologi dalam proses belajar sehari-hari.

“Perbedaan mendasarnya adalah penerapan teknologi secara keseluruhan. Kalau untuk sekolah biasa mungkin penggunaan teknologinya itu berdasarkan pribadi atau kelas-kelas tertentu, namun untuk Sekolah Rujukan Google ini semua ekosistem sekolah menggunakan teknologi dan khususnya dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pihak Google itu sendiri,” ujar Muhammad Munawar Aulia Hamdi, Kepala SD Negeri 2 Hikun.

Hal serupa juga dirasakan oleh SMP Negeri 4 Tanjung. Pelaksana Tugas Kepala Sekolah, Imam Nashokha, menyebutkan terjadi perubahan besar dalam pola pembelajaran.

“Maka sudah ada transformasi perubahan pola pembelajaran di kelas yang dulunya kita masih konvensional dalam proses pembelajaran, masih menggunakan ponsel kemudian menggunakan laptop tapi terbatas di rumah. Tetapi dengan bergeser menjadi sekolah digital dan menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google di Tabalong, maka kami lebih terbuka dalam proses pembelajaran. Artinya pembelajaran tidak hanya konvensional tatap muka, tetapi kami juga memberikan pelayanan pendidikan dalam proses pembelajaran jarak jauh,” ujar Imam Nashokha, Plt Kepala SMP Negeri 4 Tanjung.

Imam menambahkan, syarat minimal sebagai kandidat adalah menerapkan pembelajaran digital pada dua kelas. Namun saat ini seluruh 14 rombongan belajar di SMP Negeri 4 Tanjung sudah menerapkan pembelajaran berbasis digital. Ia berharap dengan upaya ini ke depan SMP Negeri 4 Tanjung dapat menjadi Sekolah Rujukan Google.

Gazali Rahman, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment