Home Kesehatan Puasa Tetap Fit, Ini Waktu Terbaik untuk Olahraga Tanpa Risiko Dehidrasi

Puasa Tetap Fit, Ini Waktu Terbaik untuk Olahraga Tanpa Risiko Dehidrasi

by iin hendriyani

Agar aktivitas olahraga tidak mengganggu atau bahkan membatalkan puasa saat bulan Ramadan, penting sekali untuk memilih waktu olahraga yang tepat hingga mengenali kondisi kemampuan tubuh. Dokter menyarankan tiga waktu terbaik agar tubuh tetap bugar tanpa mengganggu puasa. Berikut ulasannya untuk Anda.

Berpuasa di bulan Ramadan tidak menjadi halangan untuk tetap berolahraga. Namun, agar tidak menyebabkan dehidrasi atau kelelahan berlebih, penting untuk memilih waktu yang tepat dan menyesuaikan intensitas olahraga.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada 25 Februari 2026, Dokter Dina Mekka Ria menjelaskan tiga waktu yang dianjurkan untuk berolahraga saat puasa, yaitu setelah sahur, satu jam sebelum berbuka, dan setelah berbuka atau seusai salat tarawih.

Olahraga setelah sahur dianjurkan karena tubuh baru saja mendapat asupan makanan dan cairan sehingga energi masih cukup untuk melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang.

Sementara itu, olahraga menjelang berbuka sangat dianjurkan karena cairan dan energi yang hilang saat berolahraga bisa segera digantikan ketika waktu berbuka tiba. Intensitas yang disarankan tetap ringan hingga sedang.

Waktu lain yang bisa dipilih adalah setelah berbuka atau setelah tarawih. Pada waktu ini, tubuh sudah kembali mendapatkan asupan energi. Olahraga bisa dilakukan dengan intensitas sedang, namun tidak dianjurkan terlalu berat karena bisa mengganggu waktu istirahat.

“Yang pasti setelah berolahraga, saat berolahraga kita harus kenali dan dengarkan sinyal dari tubuh. Jadi saat berolahraga mengeluh ada pusing, mual, lemas, itu hentikan olahraganya. Jangan dipaksakan karena nanti risikonya kita bisa pingsan. Itu bisa tanda dari dehidrasi. Jangan sampai ada serangan jantung saat berolahraga. Kemudian yang penting jangan lupa setelah berolahraga harus tetap pendinginan, jangan langsung duduk santai begitu ya,” ujar Dina Mekka Ria, Dokter Umum Puskesmas Hikun.

Dokter Dina juga menekankan pentingnya pemanasan dan pendinginan untuk mencegah cedera, nyeri otot, atau kram. Setiap orang juga harus mengenali batas kemampuan tubuhnya. Untuk olahraga ringan hingga sedang, masyarakat bisa memilih jalan cepat, sepeda statis, yoga, atau pilates. Sedangkan olahraga berat seperti lari intensif atau angkat beban sebaiknya dibatasi.

Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment