Home Kriminal Polres Tabalong Rilis Hasil Otopsi, Korban Penganiayaan di SDN Sulingan Tewas Akibat Luka Tusuk

Polres Tabalong Rilis Hasil Otopsi, Korban Penganiayaan di SDN Sulingan Tewas Akibat Luka Tusuk

by iin hendriyani

Polres Tabalong merilis hasil otopsi jenazah dan pemeriksaan senjata pada kasus penganiayaan di SD Negeri Sulingan yang mengakibatkan inisial RS, 23 tahun, warga Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, meninggal dunia. Dari hasil otopsi disampaikan bahwa kematian RS disebabkan adanya sejumlah luka tusuk akibat senjata tajam.

Polres Tabalong memastikan korban kasus penganiayaan di SD Negeri Sulingan berinisial RS meninggal dunia akibat luka tusuk. Hal ini disampaikan melalui konferensi pers yang dipimpin Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, didampingi Kasat Reskrim Polres Tabalong AKP Danang Eko, pada Senin, 9 Februari 2026, di Rupatama Polres Tabalong.

Dalam konferensi ini, Polres Tabalong menghadirkan ahli dari Laboratorium Forensik Polda Kalsel, yakni Kompol Opa Atim Wibawa sebagai Kasubbid Balistik Metalurgi Forensik Polda Kalsel yang didampingi tiga orang anggotanya, serta Dokter Mia selaku dokter spesialis forensik dan medikolegal dari Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Dokter Mia menyampaikan bahwa ekshumasi dilakukan pada 29 Januari 2026 pukul 10.00 WITA di Pemakaman Umum Mabuun, Kecamatan Murung Pudak. Dilanjutkan dengan pemeriksaan otopsi terhadap jenazah dengan identitas berinisial RS. Berdasarkan hasil otopsi didapati adanya luka tusuk di dada sebelah kiri yang tembus mengenai organ vital sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Dokter Mia juga memastikan dari hasil otopsi tidak ditemukan luka yang mirip dengan karakter luka tembak dari senjata api.

(“Dari hasil pemeriksaan kami mendapatkan luka dengan kecenderungan karakteristik luka akibat senjata tajam. Kami menemukan beberapa luka tusuk di dada yang mematikan. Sebenarnya semua luka itu hampir mematikan, tetapi kami harus memilih mana yang paling mematikan, sehingga kami memutuskan yang paling mematikan adalah di dada sebelah kiri. Kami mendapatkan beberapa luka tajam dengan dua jenis yang diduga menyerupai dua jenis senjata, yakni satu tusuk dan satu bacok, dan juga kami menemukan luka yang disebabkan oleh trauma tumpul. Setelah kita eksplor dari kepala sampai kaki, semua organ kita keluarkan dan kita raba, kami tidak menemukan luka yang mirip dengan luka senjata api dari kepala sampai dengan kaki. Dari pemeriksaan luar kami tidak menemukan karakteristik luka senjata api,”) ujar dr. Mia, Sp.FM, dokter spesialis forensik dan medikolegal Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Dokter Mia mengatakan, dari hasil pemeriksaan pihaknya mendapati adanya luka tusuk pada dada sebelah kiri yang mengenai jantung dan paru-paru sehingga menyebabkan pendarahan hebat. Selain itu, ditemukan dua luka tusuk di perut korban yang menyebabkan pendarahan dalam rongga perut. Selanjutnya, ditemukan luka tusuk pada lengan tangan kiri yang berkontribusi menyebabkan kematian pada korban.

Dari kasus ini, Polres Tabalong telah mengamankan tiga orang tersangka dengan hubungan keluarga ayah dan anak, serta barang bukti senjata tajam berupa dua pisau kecil, satu buah parang, serta satu buah diduga pistol.

Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dipastikan kebenarannya, dan perkembangan penanganan perkara ini akan disampaikan kepada publik.

Nova Arianti
TV Tabalong melaporkan

You may also like

Leave a Comment