Pelaksanaan napak tilas perjuangan di wilayah utara Kabupaten Tabalong diwarnai penampilan unik dari Kecamatan Bintang Ara. Para peserta tampil mengenakan beragam pakaian adat Nusantara sebagai wujud keberagaman dan persatuan bangsa.
Keunikan ini terlihat pada etape kedua napak tilas wilayah utara, saat Kecamatan Bintang Ara menampilkan berbagai pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya pakaian adat Banjar, Dayak, Jawa, wilayah timur, dan Batak yang dibawakan oleh peserta dari berbagai desa.
Camat Bintang Ara Amrullah menyampaikan, konsep pakaian adat diangkat untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya, khususnya budaya lokal Dayak, serta menampilkan keberagaman suku dan budaya di Indonesia dalam semangat peringatan Hari Kemerdekaan.
Menurut Amrullah, konsep serupa sebenarnya sudah diterapkan pada tahun sebelumnya, namun pada tahun ini jumlah pakaian adat yang ditampilkan lebih beragam. Penampilan tersebut melibatkan perwakilan dari berbagai desa di Kecamatan Bintang Ara, seperti Desa Hegarmanah, Dambung Raya, dan desa lainnya yang menampilkan keunggulan masing-masing.
“Alhamdulillah pada napak tilas ini kami membawakan konsep adat istiadat, terutama kami ada membawakan adat Dayak, otomatis secara tidak langsung kita membudayakan tradisi setempat. Kebetulan hari ini kita juga membawakan adat dari timur Indonesia, pakaian adat Banjar, juga adat Jawa, jadi ada beberapa adat daerah yang kita tampilkan khusus untuk memeriahkan kegiatan HUT RI ke-81 ini,” ujar Amrullah, Camat Bintang Ara.
Kehadiran pakaian adat Nusantara dalam napak tilas perjuangan tidak hanya menambah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, namun juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Bintang Ara diharapkan terus menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dengan melestarikan budaya bangsa.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
