Pemerintah Kabupaten Tabalong memperkuat tata kelola keamanan sistem digital melalui kegiatan sosialisasi manajemen keamanan informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE. Sosialisasi digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Tabalong pada Selasa, 5 Mei 2026, di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi.
Manajemen keamanan informasi SPBE menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam menghadapi transformasi digital, khususnya dalam menjaga keamanan data dan sistem elektronik pemerintahan. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik, aspek keamanan menjadi hal krusial yang harus diperkuat agar dapat mencegah gangguan maupun serangan siber.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tabalong, Eddy Suriyani, menuturkan kegiatan ini merupakan upaya implementasi sistem manajemen keamanan informasi sesuai standar internasional dan regulasi daerah. Ia menegaskan, penguatan keamanan informasi bukan hanya tanggung jawab Diskominfo, melainkan menjadi tugas bersama seluruh perangkat daerah pengelola SPBE.
Eddy menjelaskan, setelah kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan langkah lanjutan berupa simulasi dan uji keamanan terhadap aplikasi serta website Pemerintah Kabupaten Tabalong.
“Setelah ini kita melakukan bimbingan teknis untuk agen siber. Nanti kita akan menerapkan secara langsung dan mencoba melakukan penetrasi terhadap aplikasi-aplikasi termasuk website yang ada untuk pengamanannya ke depan seperti apa. Artinya nanti seperti yang disampaikan Kadis Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, kita mencoba melakukan penanganan terhadap serangan-serangan yang mungkin bisa menyerang pemerintahan,” ujar Eddy Suriyani, Kepala Diskominfo Tabalong.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun sinergi antarorganisasi perangkat daerah. Menurutnya, keamanan sistem elektronik tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan koordinasi dan keterlibatan seluruh OPD.
“Karena tentu kami Diskominfo ini tidak bisa bekerja sendiri. Sebagian besar sistem elektronik yang digunakan itu ada di teman-teman OPD. Jadi kami Diskominfo sebagai koordinatornya, kemudian memfasilitasi bagaimana pusat datanya tersimpan dengan baik, lalu dikawal dengan sistem keamanan yang baik menggunakan prosedur yang baik. Insyaallah adanya serangan-serangan itu dapat dicegah dan ditangani dengan baik,” ujar Muhamad Muslim, Kepala Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.
Muslim menambahkan, keberadaan tim tanggap insiden siber yang telah dibentuk di Kabupaten Tabalong harus dioptimalkan melalui peningkatan kesadaran dan kapasitas sumber daya manusia. Dengan pemahaman yang baik, setiap laporan gangguan dapat segera ditindaklanjuti.
Dano Nafarin, TV Tabalong melaporkan.
