Home Peternakan Pemadaman Listrik Bergilir Picu Kerugian Besar Peternak Ayam di Tabalong

Pemadaman Listrik Bergilir Picu Kerugian Besar Peternak Ayam di Tabalong

by iin hendriyani

Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tabalong mulai berdampak pada sektor peternakan. Salah satunya dialami peternak ayam di Desa Masingai Dua, Kecamatan Upau, yang mengaku mengalami kerugian besar akibat tingginya angka kematian ayam selama pemadaman listrik.

Kebijakan pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha. Di bidang peternakan, kondisi ini menjadi tantangan serius karena pasokan listrik sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi kandang dan kesehatan ternak.

Salah satu peternak ayam di Desa Masingai Dua, Kecamatan Upau, Tagirun, mengaku mengalami kerugian hingga 60 persen. Dari total 1.800 ekor ayam yang diternakkan, sekitar 1.080 ekor dilaporkan mati selama terjadinya pemadaman listrik bergilir.

Menurut Tagirun, listrik menjadi kebutuhan utama dalam usaha peternakan ayam. Pasalnya, pasokan listrik digunakan untuk menyalakan peralatan pemanas dan penerangan kandang yang berperan menjaga suhu agar tetap stabil. Ketika listrik padam dalam waktu cukup lama, kondisi kandang menjadi tidak ideal dan berdampak pada tingkat kelangsungan hidup ayam.

“Harapannya pemerintah segera menormalkan bagaimana jangan sampai masyarakat atau petani ayam dan lainnya itu supaya cepat pulih lagi,” ujar Tugiran, Peternak ayam.

Para peternak berharap gangguan listrik dapat segera teratasi sehingga produktivitas peternakan kembali pulih. Dengan pasokan listrik yang stabil, usaha peternakan diharapkan dapat berjalan normal dan terus memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan serta perekonomian daerah.

Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment